Breaking News:

Berita Nasional

Tak Sanggup Menafkahi Setelah Menikahi, Pria di Cianjur Jadikan Istri Sebagai Pabrik Uang

Sebagai seorang suami EY (48) asal Samolo, Karangtengah, Cianjur, ini bukannya melindungi sang istri dari berbagai hal-hal yang tak baik

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi 

Sebagai seorang suami EY (48) asal Samolo, Karangtengah, Cianjur, ini bukannya melindungi sang istri dari berbagai hal-hal yang tak baik

SERAMBINEWS.COM, CIANJUR - Seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bukan tipe suami yang bisa dibanggakan.

Betapa tidak, sebagai seorang suami EY (48) asal Samolo, Karangtengah, Cianjur, ini bukannya melindungi sang istri dari berbagai hal-hal yang tak baik.

Ia justru menghancurkan dan menyeret istrinya ke lembah kenistaan.

Sang istri dijadikan EY sebagai pelacur untuk mengumpulkan pundi-pundi uang baginya.

EY menawarkan istrinya kepada pria hidung belang lewat sebuah aplikasi.

Perwira Urusan Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi Dwiharyanto mengatakan, praktek protitusi online itu terbongkar saat polisi mengamankan pelaku dan korban di sebuah penginapan.

Mempelai Pria di India Kabur Saat Melihat Wajah Calon Istri yang Hendak Dinikahinya, Lho Kok Bisa?

“Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti, dua buah telepon seluler, uang tunai sebesar Rp 400 ribu dan dua bungkus kondom belum pakai,” kata Ade saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Sabtu (18/7/2020).

"Pengakuan keduanya, mereka merupakan pasangan suami istri," sebut dia.

Lebih lanjut dikatakan Ade, pelaku mempromosikan istrinya dengan cara mengunggah foto-foto korban lewat aplikasi pesan MiChat.

“Jika ada yang minat, kemudian berkomunikasi untuk transaksi. Selanjutnya korban dibawa pelaku ke penginapan untuk melayani pelanggan,” katanya.

Pemuda Habisi Nyawa Kekasih Secara Brutal, Pelaku Terbakar Cemburu karena Korban Terima Telepon

Pelaku sendiri membanderol istrinya yang berusia 51 tahun itu seharga Rp 400 ribu untuk sekali kencan.

“Dari setiap transaksi, pelaku meminta fee atau mendapatkan keuntungan sebesar Rp100 ribu,” ujar Ade.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal berlapis tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul "Berani Nikahi Tak Sanggup Nafkahi, Pria Ini Jadikan Istrinya Pabrik Uang, Dijual dengan Tarif Rp400 Ribu Ada Potongan Untung Sang Suami"

Editor: Ibrahim Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved