Breaking News:

Opini

Aya Sophia Jalan Menuju Roma

Hari-hari ini Hagia Sophia atau dalam Bahasa Turki disebut Aya Sophia menjadi trending topic. Tidak hanya di Aceh, tetapi juga di berbagai pelosok

Usamah El-Madny 

Usamah El-Madny

Penulis adalah penikmat kopi, tinggal di pinggiran Aceh Besar

Hari-hari ini Hagia Sophia atau dalam Bahasa Turki disebut Aya Sophia menjadi trending topic. Tidak hanya di Aceh, tetapi juga di berbagai pelosok dunia lainnya. Penyebabnya adalah keputusan Pemerintah Turki mengembalikan fungsi bangunan bersejarah itu menjadi mesjid.

Pro kontra pun terjadi. Paus Fransiskus-misalnya-- mengaku sedih. "Saya memikirkan Istambul. Saya sedang memikirkan Hagia Sophia. Saya sangat sedih," ujar pucuk pimpinan Vatikan itu.

Fransiskus sedang mempertontonkan split personalitynya. Dia sedih Aya Sophia dikembalikan fungsinya sebagai masjid. Tapi lupa sejumlah mesjid indah di Cordova, Granada, dan Toledo serta berbagai pelosok Spanyol lainnya diubah paksa jadi gereja. Hal yang sama juga terjadi di berbagai sudut Eropa yang sebelumnya pernah menjadi wilayah Kekhalifahan Turki Usmani.

Dulu pada 20 Jumadil Ula 857 H atau 29 Mei 1453 M, ketika Sulthan Muhammad Al-Fatih menguasai Konstantinopel (sekarang Istambul) dan di dalam kota itu berdiri megah Aya Sofia, Umat Nasrani di dataran Eropa juga terguncang.

Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menceritakan bahwa ketika itu para penyair dan sastrawan Barat-kalau sekarang media cetak, online dan televisi-- berusaha sekuat mungkin meniupkan api kebencian dan semburan amarah ke dalam dada setiap warga Nasrani Eropa kepada Islam.

Begitupun dengan Paus Nicholas V--penguasa Vatikan ketika itu-- merasa sangat terpukul dengan kabar jatuhnya Konstantinopel. Dia mengeluarkan semua tenaga, energi, waktu dan semangat untuk menyatukan semua warga di Italia, serta mengobarkan semangat berperang melawan kaum Muslim.

Dalam sejumlah catatan sejarah disebutkan bahwa bangunan Aya Sophia yang ada saat ini awalnya dibangun sebagai sebuah gereja antara tahun 532-537 oleh Kaisar Romawi Timur, Yustinianus I.

Lalu pada 1453 M, Konstantinopel ditaklukkan Mehmed II alias Muhammad Al-Fatih Sang-Penakluk, Sultan Turki Usmani ke-7. Oleh Al-Fatih bangunan indah ini dibeli dari Kaisar Byzantium kala itu yang bernama Constantine XI. Selanjutnya Al-Fatih mewakafkannya menjadi masjid.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved