Breaking News:

Berita kutaraja

Bahas Pengambilan Paksa Jenazah Korban Covid-19 oleh Keluarga, Kapolresta Gelar Ratas dengan Muspika

Rapat terbatas tersebut khusus membahas tindak lanjut mengenai jenazah pasien dugaan positif Covid-19 yang dibawa pulang satu keluarga warga Kajhu.

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh   

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Insiden pengambilan paksa jenazah korban Covid-19 dari RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh pada Rabu (15/7/2020) pagi, oleh satu keluarga dari Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, mendapat atensi tinggi dari Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH.

Dua hari setelah peristiwa itu terjadi atau pada Jumat (17/7/2020), Kapolresta langsung melakukan pertemuan terbatas atau rapat terbatas (ratas) dengan Muspika Baitussalam yang dipusatkan di Polsek Baitussalam, Aceh Besar.

Rapat terbatas tersebut agenda utamanya khusus membahas tindak lanjut mengenai jenazah pasien dugaan positif Covid-19 yang dibawa pulang satu keluarga warga Gampong Kajhu.

Rapat itu turut dihadiri Kasat Intelkam Kompol Hyrowo SIK, Camat Baitussalam Almubarak Akbar SSTP MM, Kepala Puskesmas Dr Astuti Marisa Ms, dan Kapolsek Baitussalam Ipda Safrizal Ssos, serta Babinsa Sertu Sarifuddin.

"Kami mengharapkan Camat harus memastikan siapa saja yang harus diperiksa kesehatannya, baik itu yang memandikan jenazah, lalu ikut lakukan pemakaman, sampai tahlilan di rumah duka agar dites swab. Mungkin bisa dilakukan enam hari setelah insiden itu terjadi," terang Kapolresta.

Bupati Akmal Kutip Pesan Nabi Yakub kepada Anaknya dalam Rapat Paripurna di DPRK Abdya, Ini Maknanya

Kadispenad Brigjen Nefra Firdaus Ajak Media Massa Ikut Lomba Karya Jurnalistik TMMD

20 Tenaga Medis akan Dilatih Pengambilan Sampel Swab, Ini Penjelasan Juru Bicara Covid-19 Aceh Besar

Hal tersebut, lanjut Kombes Trisno, harus menjadi tugas Camat untuk mendata siapa saja yang terlibat. “Kemudian Camat juga harus berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas,” tukasnya.

Kapolresta pun meminta keluarga dan orang-orang yang sempat kontak dengan almarhum, baik semasa hidup atau saat almarhum MI sudah meninggal, tapi ikut dalam memfardhukifayahkan jenazah korban Covid-19, agar mengisolasi diri selama 14 hari.

"Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari itu penting dilakukan dan orang-orang tersebut tidak boleh ke mana-mana, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

“Karena seperti diketahui, virus corona ini berbahaya dan sangat mudah menularkan. Karena itu kami imbau kembali orang-orang yang sebelumnya ada kontak dengan almarhum agar melakukan isolasi mandiri," pungkas Kapolresta Kombes Pol Trisno.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved