Breaking News:

Berita Bener Meriah

Kejari Bener Meriah Eksekusi Tiga Terpidana Kasus Korupsi Pembangunan dan Rehabilitasi Sarana Ibadah

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah, Senin (20/7/2020) mengeksekusi tiga terpidana kasus tindak pidana korupsi pembangunan dan rehabilitasi..

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kajari Bener Meriah, Atmariadi SH MH memboyong tiga terpidana kasus tindak pidana korupsi pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah ibadah tahun anggaran 2013 untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Bener Meriah, Senin (20/7/2020). 

 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah, Senin (20/7/2020) mengeksekusi tiga terpidana kasus tindak pidana korupsi pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah ibadah di Kabupaten Bener Meriah tahun anggaran 2013 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 754.183.874,00 (tujuh ratus lima puluh empat juta delapan ratus tujuh puluh empat rupiah).

Adapun tiga orang terpidana yang dieksekusi itu diantaranya, mantan kepala dinas Bina Marga Cipta Karya (BMCK) Bener Meriah dan juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yaitu, Azwiriansyah dan Sulaiman MD selaku Bendahara serta Mursada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Selain itu, Kejari Bener Meriah juga menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Ami Aristoni yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Bener Meriah dan juga sebagai anggota panitia penerimaan hasil pekerjaan dalam kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah Ibadah pada dinas tersebut karena tidak memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilaksanakan Putusan Pengadilan.

Kajari Bener Meriah, Agus Suroto SH MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Bener Meriah, Atmariadi SH MH menyampaikan, eksekusi terhadap ketiga terpidana tersebut Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah pada tanggal 11 Maret 2020.

Pemerintah Aceh Keluarkan Edaran Terkait Manajemen Krisis Hadapi Dampak Covid, Ini Isinya

40 Perempuan Pengungsi Rohingya Jalani Tes Kehamilan, Ini Tujuannya

Menurutnya, kasus tersebut telah berkekuatan hukum tetap (incracht) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 459 K/Pid.Sus/2018 tanggal 24 September 2018.



Dalam putusan tersebut salah satu perbuatan yang meringankan para terpidana yaitu telah mengembalikan Kerugian Negara tersebut ke Kas Negara melalui Jaksa Penuntut Umum di tingkat Penyidikan.

Lanjutnya, ke tiga terpidana tersebut dimasukan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Bener Meriah untuk menjalani pidana penjara selama 1 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 50.000.000.

“Apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ujarnya.

Disebutkannya, pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah ibadah tersebut bersumber dari anggaran APBK tahun 2013 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) pada tahun 2013 senilai Rp 10 miliar yang diperuntukan untuk 175 masjid dan menasah di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Pantau serambinews.com, ketiga terpidana tersebut langsung diboyong ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Bener Meriah menggunakan mobil tahanan.(*)

Polisi Masih Tunggu Kepastian Tim Labfor, untuk Selediki Kasus Kebakaran Pasar Inpres di Lhokseumawe

Pakar Prediksi, Wabah Corona di Indonesia Berakhir Paling Lambat Februari 2021

Seorang Suami Berpura-pura Meninggal, untuk Menghindari Rongrongan Istri yang Selalu Minta Duit

Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved