Breaking News:

Stok Bawang Merah Melimpah

Persediaan bawang merah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, jelang Idul Adha 1441 Hijriah cukup banyak

Serambinews.com
Salah satu petani bawang merah yang melakukan panen raya memilih mengeringkan hasil panennya dengan cara dijemur dan digantungkan didalam rumahnya setelah harga tersebut turun, Jumat (29/5/2020). 

* Disuplai dari Pidie dan Gayo Lues

BANDA ACEH - Persediaan bawang merah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, jelang Idul Adha 1441 Hijriah cukup banyak. Persediaan melimpah setelah masuknya distribusi dari Pidie dan Gayo Lues. Harganya juga cukup bersaing antara Rp 28.000-Rp 35.000/kilogram (kg).

Aiyub, pedagang bumbu-bumbuan di Pasar Induk Lambaro mengatakan, persediaan bawang merah saat ini melimpah. Sejak awal Juli lalu pasokan bawang merah, terutama asal Pidie dan Gayo Lues cukup banyak. Setiap hari ada sekitar 30-35 karung masuk ke Pasar Induk Lambaro, dengan harga jual grosir Rp 20.000-Rp 25.000/kg dan eceran Rp 28.000-Rp 35.000/kg.

Harga eceran bawang merah dari Sigli, sebut Aiyub, sedikit lebih tinggi antara Rp 30.000-Rp 35.000/kg, dibanding bawang merah dari Blangkejren antara Rp 25.000-Rp 28.000/kg. “Lebih mahalnya harga bawang merah asal Pidie, karena kualitasnya lebih bagus dibanding bawang asal Gayo Lues,” ungkapnya kepada Serambi, Minggu (19/7/2020).

Hal serupa juga diungkapkan Amin, pedagang bumbu di Pasar Induk Lambaro. Dia mengatakan, menjelang Lebaran Idul Adha ini, harga bumbu dapur masih relatif stabil. Ia mencontohkan harga bawang putih saat ini hanya berkisar Rp 15.000-Rp 20.000/kg, harganya hampir sama saat menjelang Idul Fitri lalu.

Begitu juga dengan cabai merah, harganya antara Rp 20.000-Rp 25.000/kg. Seperti halnya bawang merah, cabai merah yang masuk ke Pasar Induk Lambaro juga cukup banyak. Pasokan datang dari sentra-sentra cabai, seperti dari Pidie dan ada juga dari Aceh Tengah.

Ditambahkan, untuk cabai hijau dan rawit harganya juga masih relatif stabil. Cabai hijau dijual harga Rp 20.000/kg, sedangkan cabai rawit Rp 30.000/kg. Permintaan kedua bumbu itu tidak begitu banyak, karena dipergunakan untuk bumbu bahan makanan tertentu saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Abdul Hanan SP MP mengatakan, murahnya hargai cabai saat ini karena terjadinya musim panen di beberapa sentra produksi secara serentak. “Selain panen serentak, daya beli masyarakat juga masih rendah. Apalagi di masa pendemi Covid-19 ini, masih ada larangan untuk melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan massa,” tuturnya.

Harga Tomat Juga Stabil

Sementara itu, Arif, padagang sayur di Pasar Induk Lambaro menjelaskan, selain harga bawang dan cabai, harga tomat di pasaran jelang Idul Adha juga stabil, Rp 10 ribu per kilogramnya.

Stabilnya harga tomat, katanya, karena pasokan buah tersebut setiap pagi ke Pasar Induk Lambaro cukup banyak, berkisaran antara 40-50 keranjang. “Setiap pagi tomat masuk 1,6 ton hingga 2 ton ke Pasar Induk Lambaro,” tuturnya.

Harga sayur-sayuran lainnya, tambah Arif, juga masih stabil. Buncis, wortel dan kol, harganya tetap. Buncis dan wortel berkisar Rp 10.000-15.000/kg, sedangkan kol Rp 5.000-6.000/kg.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved