Breaking News:

Kasus Vina

Anton Sumarno Lapor Balik Zahraini ke Polisi, Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Dalam Kasus Vina

Surat tersebut berisi tuduhan bahwa Anton bekerjasama dengan Vina, dalam menggelapkan uang Zahraini yang nilainya mencapai Rp 300 juta.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Anton Sumarno, Anggota DPRK Abdya sedang melaporkan Zahraini, salah seorang pensiunan sebuah bank di Blangpidie dalam kasus pencemaran nama baik ke Polres Abdya melalui SPKT setempat, Selasa (21/7/2020) 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah bank BUMN di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), bernilai miliaran rupiah melibatkan tersangka RS alias Vina (26), karyawati bank tersebut, semakin menarik diikuti.

Soalnya, sesama korban kini saling membuat laporan ke polisi. Zahraini (57), pensiunan di Blangpidie melaporkan Anton Sumarno SE, salah seorang Anggota DPRK Abdya ke Polda Aceh, Selasa, 14 Juli lalu.

Zahraini melalui pengacaranya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya, melaporkan Anton ke Polda Aceh  karena turut terlibat dalam kasus  penipuan dan penggelapan uang nasabah dengan tersangka RS alian Vina. Sehingga pihaknya mengalami kerugian Rp 300 juta.

Kini, giliran Anton Sumarno, melapor balik Zahraini ke Polres Abdya, Selasa (21/7/2020). Hanya saja, pensiunan bank BUMN di Blangpidie itu dilaporkan ke polisi tentang kasus pencemaran nama baik.

“Saya sudah melaporkan Zahraini ke SPKT Polres Abdya hari ini,” kata Anton Sumarno kepada Serambinews.com, Selasa (21/7/2020). Laporan polisi Nomor: LP-B/47/VII/RES.1.14./2020 SPKT, diterima Bripka Ardi Noval, mengetahui Kanit SPKT Regu B, Bripka Suwandi.      

Anton, anggota Dewan dari salah satu partai politik lokal tersebut menjelaskan, Zahraini dilaporkan dalam kasus pencemaran nama baik. Karena Zahraini membuat surat kepada Ketua DPRK Abdya, dan ditembuskan ke DPP PNA Aceh. 

Surat tersebut berisikan tuduhan bahwa Anton bekerjasama dengan salah seorang putugas sales person (SP) sebuah bank BUMN di Blangpidie, dalam menggelapkan uang senilai Rp 300 juta dengan modus penipuan. Anton mengaku dampak surat tersebut nama baiknnya menjadi tercemar, baik  selaku anggota Dewan dan sebagai anggota partai.

"Sebenarnya saya sudah melayangkan somasi terhadap ibu Zahraini tangal 8 Juli 2020 agar meminta maaf memalui surat kepada saya beserta keluarga atas tuduhan penipuan berdasarkan surat yang dilayangkan  kepada Ketua DPRK Abdya serta tembusan kepada DPP PNA dan DPW PNA Abdya," kata Anton Sumarno.

Adapun somasi tersebut berjangka waktu 7 hari terhitung sejak tanggal 8 Juli 2020, namun tidak ada respon dari Zahraini, akhirnya Anton melaporkan yang bersangkutan  ke Polres Abdya, Selasa (21/7/2020).

“Perlu diketahui bahwa selain Zahraini yang mengaku mengalami kerugian atas perbuatan penipuan yang dilakukan  Vina, saya juga mengalami nasib serupa (korban),” ungkap Anton Sumarno.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved