Breaking News:

Manajemen Krisis Yang Baik Bisa Tenangkan Masyarakat  

Pemerintah Aceh mengeluarkan edaran khusus guna menekan ketidakpastian dan risiko pandemi Covid‑19 hingga serendah mungkin

For Serambinews.com
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. 

Pemerintah Aceh mengeluarkan edaran khusus guna menekan ketidakpastian dan risiko pandemi Covid‑19 hingga serendah mungkin. Edaran tentang manajemen menghadapi dampak pandemi Covid‑19 itu diteken Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, akhir pekan lalu.

Menurut penjelasan pejabat Humas Setda Aceh, yang dimaksud dengan manajemen krisis adalah proses mempersiapkan dan mengelola situasi yang tak terduga melalui keputusan yang cepat dan tepat untuk mencegah atau mengurangi efek yang ditimbulkan. Karena itu, masing‑masing instansi pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bahkan swasta untuk mempersiapkan dan menetapkan strategi manajemen krisis penanganan Covid‑19 di Aceh.

Sedikitnya ada tiga tahap manajemen krisis Covid‑19.  Pertama, pencegahan krisis dengan menyusun perencanaan manajemen krisis untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana nonalam covid‑19.  Kedua, saat krisis semua pihak harus memastikan rencana penanganan dapat diimplementasikan antara lain melalui penanganan korban bencana nonalam Covid‑19. "Tahap ketiga adalah pascakrisis. Bagaimana kita melanjutkan proses penanggulangan krisis Covid‑19 dan evaluasi."

Masing‑masing pencegahan krisis dalam tiga tahapan itu membidangi tujuh bidang, yaitu kesehatan, sosial budaya, ekonomi dan pariwisata, pendidikan, agama, transportasi, serta bidang pangan. Di bidang kesehatan, masyarakat diminta menaati aturan seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun/hand sanitizer, olahraga teratur, menjaga jarak (physical distancing), dan memberi salam tanpa melakukan kontak fisik.

Di bidang sosial budaya, menyelenggarakan kegiatan kebudayaan/adat dengan menerapkan protokol kesehatan serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan. Di bidang ekonomi dan pariwisata, pemerintah menganjurkan penggunaan transaksi nontunai, pemilik tempat usaha mengusahakan tersedianya fasilitas pembayaran nontunai, meningkatkan pelayanan/pemesanan makanan dan minuman secara daring (online), pelayanan pengiriman (delivery service) drive thru.

Di bidang pendidikan, anjurannya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem shif, belajar dari rumah, dan tatap muka hanya di zona hijau. Di bidang agama, semua area rumah ibadah bersih, jamaah wajib menggunakan masker, dan tersedia media cuci tangan.

Bidang transportasi, awak kendaraan umum dan penumpang wajib ber masker, mengukur suhu tubuh, serta membatasi jumlah penumpang. Sedangkan di bidang pangan, antara lain pemerintah memastikan ketersediaan pangan dengan mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani.

Singkatnya itulah langkah‑langkah Manajemen Krisis Pemerintah Aceh menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang sudah mencengkeram daerah ini sekitar empat bulan. Persoalan menghadapi dampak pendemi Corona memang tak cukup engan intruksi atau anjuran dari Gubernur ke jajaran birokrasi di bawahnya. Akan tetapi, yang tak kalah penting adalah pemerintah juga harus membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah kabupaten/kota, begitu juga sebaliknya. Hal itu penting guna memperlancar fungsi koordinasi karena kunci manajemen krisis adalah penglibatan semakin banyak komponen.

Masyarakat juga perlu dilibatkan dengan peningkatan kesadaran. Hal itu diperlukan agar mereka juga bersikap hati‑hati dalam menghadapi hadapi wabah ini. Keterlibatan masyarakat merupakan bagian implementasi dari kebijakan pemerintah.

Ini penting, supaya tidak pihak yang melemparkan kesalahan kepada pihak lainnya khususnya pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah berkembang di Aceh. Untuk itu manajemen krisis yang sudah dikonsep kelak bisa diperbaiki sambil jalan agar semuanya terantisipasi secara cermat dan baik. Juga, kita harap ke depannya langkah-langkah penglibatan peran masyarakat luas lebih meningkat. Dan, kita percaya dengan menajemen krisis yang sudah dikonsep begitu baik, jika diaplikasikan secara disiplin bersama-sama pula, Insya Allah akan menenangkan kita semua. 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved