Puting Beliung Terhenti saat Azan
Angin puting beliung yang menerjang rumah seorang janda, Nurhayati Sihombing (48) di Desa Ujong Baroh Beureughang, Kecamatan Tanah Luas
LHOKSUKON – Angin puting beliung yang menerjang rumah seorang janda, Nurhayati Sihombing (48) di Desa Ujong Baroh Beureughang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara terhenti saat seorang remaja mengumandangkan azan pada Senin (20/7/2020) sore. Remaja tersebut Aji Raden Bagus (18) anak korban yang selama menjadi santri dayah di kawasan Sibreh, Aceh Besar.
Selain rumah Nurhayati, dalam kejadian kali ini, 21 bangunan di empat desa dalam Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara rusak akibat terjangan puting beliung. Keempat gampong itu di Desa Matang Ben, Ujong Baroh, Meunasah Teungku Dibale, dan Matang Ceubrek. Korban terparah dan terbanyak terjadi di Desa Matang Ben.
“Saat itu, saya sedang tidur, tiba-tiba terjadi petir. Kemudian saya tarik colokan televisi untuk menonaktifkan tivi. Lalu, hujan deras dan tiba-tiba terdengar suara angin sangat kencang, dan tak lama kemudian atap rumah sudah diterbangkan angin,” cerita Nurhayati. Atap seng yang diterbangkan angin tersebut tersangkut di pohon pinang tetangga korban.
Saat kejadian itu, kata Nurhayati, anaknya Ajiraden Bagus komat-kamit membaca surat Alquran dihafalnya. Setelah itu, anaknya mengumandangkan azan agar angin tersebut segera reda. Tak lama kemudian, angin tersebut terhenti. “Semua barang dalam rumah seperti alat elektronik, baju, dan perabotan lainnya semua basah,” ungkap Nurhayati.
Hal serupa juga disampaikan Ajiraden. “Saat hujan saya keluar dari kamar karena atap bocor. Jadi, tanpa saya sadari tiba-tiba atap rumah saya sudah hilang. Kemudian saya baca surat Albaqarah, dan mengumandangkan azan dengan niat mengagungkan Allah seperti yang saya pahami,” ujar Ajiraden Bagus. Tak lama kemudian, angin kencang itu terhenti.
Informasi lain yang diperoleh Serambi, dari 22 bangunan yang rusak, 16 diantaranya di Desa Matang Ben yaitu 13 rumah, dan tiga lainnya gudang, balai pengajian dan kios. Desa Ujong Baroh Beureughang sebanyak tiga rumah, sedangkan di Meunasah Teungku Dibalee dua rumah. Sementara satu bangunan di Matang Ceubrek yang rusak balai pengajian.
“Setelah mendapat informasi, saya langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan. Dari jumlah itu, ada rumah yang rusak parah dan atapnya tak ada lagi. Selain itu, juga ada rumah yang rusak karena tertimpa pohon,” lapor Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanah Luas, Ida Laili Midarti kepada Serambi, petang kemarin.
Amatan Serambi, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara pada Selasa (21/7/2020) siang mendatangi rumah korban di Desa Matang Ben, dan di Ujong Baroh Beureughang untuk melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak. Pendataan ini guna kebutuhan material untuk perbaikan.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, ada 22 bangunan yang rusak dalam empat desa tersebut. Saat ini, kita sedang mendata kebutuhan material dari rumah yang rusak untuk diajukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPA),” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Amir Hamzah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Chairuddin kepada Serambi, siang kemarin.
Biasanya, kata Chairuddin, BPBA membantu material untuk kebutuhan bagi korban membangun rumahnya kembali seperti papan, paku, seng dan juga kebutuhan lainnya. Sedangkan bantuan dari Pemkab Aceh Utara yang sudah disalurkan berupa bantuan masa panik.(jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kios-di-desa-matang-ben-kecamatan-tanah-luas-aceh-utara-rusak.jpg)