Breaking News:

Usaha Mikro Aceh Tunggu Stimulus

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Dr Wildan MPd mengatakan, sebanyak 69.173 usaha mikro di Aceh yang terdampak Covid-19

Usaha Mikro Aceh Tunggu Stimulus
IST
WILDAN, Kadiskop dan UKM Aceh

* Dijanjikan Rp 2,4 Juta/Unit

BANDA ACEH - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Dr Wildan MPd mengatakan, sebanyak 69.173 usaha mikro di Aceh yang terdampak Covid-19, saat ini menunggu bantuan stimulus ekonomi dari Kementerian Koperasi dan UKM maupun Kementerian Keuangan. Pemerintah sebelumnya menjanjikan akan memberi stimulus sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap unit usaha mikro.

“Data calon penerima stimulus sudah kami kirim ke Kementerian bulan lalu. Tapi info kelanjutan stimulus ekonomi untuk usaha miro itu belum jelas sampai sekarang,” katanya kepada Serambi, Selasa (21/7/2020).

Dijelaskan, dua bulan lalu saat Kementerian Koperasi dan UKM meminta data jumlah usaha mikro yang terdampak Covid-19, pihaknya menyambut positif karena memang banyak usaha mikro di Aceh yang berhenti beraktivitas akibat dampak Covid-19.

Makanya, setiap ada permintaan data usaha mikro yang terdampak Covid-19 langsung diteruskan ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota untuk segera disikapi. Ada enam sektor usaha yang perlu didata, mulai dari usaha mikro industri rumahan, disabilitas, pedagang dengan gerobak, pedagang kaki lima, peternakan/perikanan, dan pedagang ayam/ikan.

Hasil pendataan yang dilakukan 23 Dinas Koperasi dan UKM di Aceh, dari enam sektor usaha mikro, sebanyak 33.353 unit terdampak Covid-19 di seluruh Aceh.

Sementara dari data jumlah usaha mikro di Aceh tahun lalu, ada sekitar 69.173 unit usaha. Jumlah usaha mikro yang sudah terdampak Covid-19 di Aceh sampai bulan Juni lalu sebanyak 33.353 unit atau mencapai 48,05 persen. “Untuk Juli ini, jumlahnya diperkirakan meningkat lagi, mengingat jumlah yang terdampak terus bertambah setiap bulan,” terang Wildan.

Diungkapkan, dari enam sektor usaha mikro, industri rumah tangga yang paling banyak terdampak, mencapai 13.405 unit usaha. Pedagang kaki lima 11.230 unit usaha, peternakan/perikanan 2.933 usaha, pedagang gerobak 2.279, pedagang ayam/ikan 1.945, dan disabilitas sebanyak 1.761 unit usaha.

“Mereka yang terdampak sudah kami masukkan ke daftar penerima stimulus. Tidak sedikit dari mereka mulai mempertanyakan kapan dana stimulus itu cair, dengan harapan bisa mereka gunakan untuk modal usaha lagi,” ujar Wildan.

Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Wildan menambahkan, dari informasi yang mereka terima dari Kementerian Koperasi dam UKM, penyaluran dana stimulus untuk usaha mikro yang terdampak Covid 19, tidak melalui Dinas Koperasi dan UKM Aceh, melainkan langsung dikirim ke rekening calon penerimanya. Seperti penyaluran dana bantuan PKH, BNPT dan bantuan dampak pandemi covid 19, yang bersumber dari Kementerian Sosial.

“Tugas Dinas Koperasi dan UKM Aceh dan kabupaten/kota hanya mendata dan melaporkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Sedangkan penyalurannya kewenangan Kementerian,” terang Wildan.

Persyaratan pencairan dana stimulus itu, kata Wildan, hampir sama dengan penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial. Yaitu KTP atau Kartu Keluarga, yang memiliki nomor induk yang sudah teregistrasi pada Dinas Kependudukan Kabupaten/Kota.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved