Breaking News:

Jurnalisme Warga

Komunikasi, Kunci Sukses Pembelajaran Virtual

ADA hal menarik yang saya rasakan saat menghadiri pertemuan antara wali siswa dengan pihak sebuah sekolah swasta yang bernaung di Dinas Pendidikan

Komunikasi, Kunci Sukses Pembelajaran Virtual
IST
NELLIANI, M.Pd., Guru SMA Negeri 3 Seulimeum, Aceh Besar, melaporkan dari Desa Seuleu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar

OLEH NELLIANI, M.Pd., Guru SMA Negeri 3 Seulimeum, Aceh Besar, melaporkan dari Desa Seuleu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar

ADA hal menarik yang saya rasakan saat menghadiri pertemuan antara wali siswa dengan pihak sebuah sekolah swasta yang bernaung di Dinas Pendidikan Banda Aceh. Pada kesempatan itu seorang guru menceritakan pengalamannya saat mengampu pembelajaran daring (online). Menurutnya, selama tiga bulan pertama belajar online, ada beberapa siswa yang tidak pernah menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Meskipun sang guru sudah coba melakukan komunikasi, tapi pesannya hanya di-read saja tanpa ada respons atau jawaban apa pun.

Di akhir pertemuan sang guru berharap agar terjalin kerja sama yang baik dari pihak orang tua untuk keberhasilan pembelajaran jarak jauh yang dimulai pada tahun ajaran baru ini.

Pengalaman guru tersebut bisa jadi juga dirasakan oleh guru-guru lain ketika pembelajaran secara virtual diberlakukan di masa pandemi Covid-19 ini, di mana para guru setiap hari merancang, menyusun, dan mentransfer materi untuk mengisi agenda belajar siswa di rumah, tapi masih ada siswa yang mengabaikan proses pembelajaran tersebut. Dimulai dari minimnya kehadiran dan keaktifan siswa di kelas digital, tugas-tugas yang tidak pernah disiapkan sampai komunikasi yang tidak lancar antara guru, siswa, dan orang tua.

Sebagaimana kita ketahui, pemerintah telah mengambil keputusan penting untuk memulai tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2020. Seperti diwartakan oleh aceh.tribunnews.com, 16/6/2020, Mendikbud, Nadiem Makarim mengatakan hanya sekolah yang berada di zona hijau yang jumlahnya sekitar 6 persen peserta didik yang mengadakan kegiatan belajar tatap muka. Sedangkan sekolah yang berada di zona merah, kuning, dan oranye mencapai 94 persen dari total seluruh peserta didik di Indonesia masih melaksanakan sistem belajar dari rumah (BDR).

Untuk Aceh sendiri, bagi kabupaten/kota yang masih berstatus zona nonhijau akan melanjutkan pembelajaran secara daring sejak 13 Juli lalu.

Pembelajaran daring dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran wabah virus corona di lingkungan sekolah atau di sektor pendidikan. Untuk itu, pemerintah mengalihkan kegiatan pembelajaran dari sekolah ke rumah masing-masing siswa. Guru tetap datang ke sekolah, menyiapkan modul dan mengajar dari kelas, sedangkan murid-muridnya menyimak di rumah melalui jaringan internet atau smartphone.

Selain itu, guru juga melaksanakan proses pembelajaran dengan mendesain tugas-tugas sedemikan rupa bagi peserta didik di rumah. Tugas tersebut bertujuan supaya siswa tetap dalam suasana belajar meskipun berada di lingkungan rumah.

Untuk efektifnya program “belajar ala Universitas Terbuka” ini, dibutuhkan kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua. Salah satu bentuk kerja sama yang menjadi kunci keberhasilan terlaksananya pembelajaran virtual adalah komunikasi.

Komunikasi menjadi penting, karena selama belajar dari rumah intensitas pertemuan guru dengan siswa menjadi berkurang. Dengan adanya komunikasi yang baik antara ketiga komponen tersebut, diharapkan proses pembelajaran berjalan maksimal.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved