Breaking News:

Jurnalisme Warga

Daya Tarik Durian dan Ikan Paya Sawang

KITA pasti pernah mendengar peribahasa“Bagai tertimpa durian runtuh”, yang artinya tak lain ditujukan kepada seseorang yang mendapat keberuntungan

Daya Tarik Durian dan Ikan Paya Sawang
IST
MIRNANI MUNIRUDDIN ACHMAD, M.A., Guru MIN 13 Pidie Jaya, alumnus Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan Anggota FAMe Chapter Pidie Jaya, melaporkan dari Sawang, Aceh Utara

OLEH MIRNANI MUNIRUDDIN ACHMAD, M.A., Guru MIN 13 Pidie Jaya, alumnus Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan Anggota FAMe Chapter Pidie Jaya, melaporkan dari Sawang, Aceh Utara

KITA pasti pernah mendengar peribahasa“Bagai tertimpa durian runtuh”, yang artinya tak lain ditujukan kepada seseorang yang mendapat keberuntungan tak diduga-duga, tanpa bersusah payah.

Tentunya tidak salah orang-orang terdahulu menciptakan peribahasa ini dengan mengambil simbol keberuntungan dengan buah durian, si Raja Buah. Seperti yang kita ketahui, buah yang bernama Latin Durio Zibenthinus ini merupakan buah yang paling dicari-cari dan disukai banyak orang di Indonesia walaupun ada juga kaum “minoritas” yang tak suka durian. Ibaratnya, banyak yang memuji, tapi tak sedikit pula yang membenci.

Di Aceh sendiri kita pasti tidak asing lagi dengan durian. Durian yang biasanya diolah masyarakat Aceh menjadi bulukat boh drien, ada juga yang dinikmati dengan cara dikolaborasi dengan pulut bakar dan roti cane. Seperti diketahui, ada berbagai jenis durian yang diincar pecinta durian di Aceh, di antaranya durian Tangse, durian Aceh Tamiang, durian Lhoong, durian Buloh Blang Ara, dan yang tak kalah populer adalah durian Sawang.

Sawang memang sudah turun-temurun dikenal sebagai kota durian. Duriannya viral sampai ke provinsi tetangga, Sumatera Utara. Sawang merupakan salah satu dari 27 kecamatan di Aceh Utara. Jika ingin ke Sawang kita harus melalui jalan Sawang di samping jalan raya Medan-Banda Aceh, tepatnya di Keude Krueng Mane.

Tak akan banyak kesulitan untuk menuju Sawang. Jika sudah ke Keude Krueng Mane kita akan disuguhi pemandangan banyaknya pedagang yang menjual durian di pinggir jalan. Semerbak aroma durian akan tercium ketika kita sampai di persimpangan ini. Menandakan bahwa lokasi untuk berburu durian Sawang tentu tak jauh lagi. Baik pengemudi angkutan umum maupun kendaraan pribadi banyak yang singgah di pinggir jalan ini untuk mencicipi lezatnya durian.

Namun, tidak sedikit pula orang yang langsung mengunjungi pusat tempat duriannya berasal, salah satunya adalah kami. Hanya perlu mengikuti jalan satu arah maka kita akan sampai di Sawang, kota yang dulunya pernah dikenal dengan kecamatan terkaya di Aceh Utara.

Sesampainya di Kecamatan Sawang terdapat tugu durian yang melambangkan bahwa kecamatan ini dikenal banyak orang dengan duriannya yang legit dan lezat. Banyak pencinta durian yang menambahkan Sawang dalam salah satu “list” yang wajib dikunjungi. Alasannya, selain durian di sini enak, harganya pun terjangkau bagi semua kalangan.

Sebenarnya, ada hal menakjubkan lainnya yang bisa kita dapatkan ketika mengunjungi Sawang. Setelah membeli durian yang kita inginkan, kita juga bisa langsung menikmatinya di pinggir Sungai Sawang yang panoramanya memanjakan mata. Sungai dengan airnya yang jernih juga dipenuhi bebatuan, semakin menambah kenikmatan durian yang kita santap.

Begitu pemurahnya Allah Sang Pencipta yang memberikan berbagai macam kenikmatan kepada hamba-Nya, seperti termaktub dalam Surah Ar-Rahman yang berarti:  Maka  nikmat mana lagi dari Tuhanmu yang kamu dustakan?

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved