Breaking News:

Studi di AS Sebut Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19, Begini Penjelasannya

ebuah studi terbaru mendapati pria botak lebih berisiko lebih tinggi terkena Covid-19.

Editor: Amirullah
Shutterstock
Ilustrasi 

Para ilmuwan belum tahu apakah enzim merespons dengan cara yang sama dengan androgen di paru-paru seperti halnya di prostat, tetapi bukti lain tampaknya mendukung hubungan potensial ini.

Sebuah studi dari Veneto, Italia, dari 9.280 pasien menemukan bahwa laki-laki dengan kanker prostat yang menggunakan androgen-deprivation therapy (obat yang mengurangi kadar testosteron) hanya 25 persen mungkin untuk terkena Covid-19 dibandingkan laki-laki dengan tindakan penanganan yang berbeda.

Sementara itu, Kepala Kebijakan di Prostate Cancer UK, Karen Stalbow menyampaikan, ada beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan mungkin ada hubungan antara hormon pria dan peningkatan risiko Covid-19.

Tindakan ini telah menyebabkan beberapa peneliti untuk menyelidiki apakah terapi hormon yang biasa digunakan untuk mengobati kanker prostat, seperti enzalutamide, dapat mengurangi risiko ini.

“Namun, sebagian besar penelitian sejauh ini telah di laboratorium, dan ada bukti yang bertentangan tentang apakah terapi hormon memiliki dampak yang sama di paru-paru seperti pada sel-sel prostat," ujar Stalbow.

"Sekarang ada beberapa studi klinis mulai yang berharap untuk mengatasi masalah ini, tetapi lebih banyak bukti diperlukan sebelum kita dapat mengetahui apakah terapi hormon ini akan menjadi pengobatan yang efektif untuk Covid-19," lanjut dia.

Kalah Main Kartu Remi, Remaja Ini Diperkosa Kakak Ipar, Aksinya Kepergok Istri

Hotman Paris Ungkap Hanya 2 Artis Ini yang Berani Bayar Mahal Jasanya: Yang Lain Terlalu Murah

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Akhir Bulan Ini, Simak Cara Daftarnya

Kronologi 9 Kerbau Dibantai dan Diambil Dagingnya, Pemilik Histeris Lihat Sisa Bangkai

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul Studi Ungkap Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19, Begini Penjelasannya

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved