Breaking News:

Berita Aceh Besar

Obyek Wisata Benteng Indrapatra Aceh Besar Mulai Ramai Didatangi Pengunjung

Situs Cagar Budaya benteng Indrapatra di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, mulai didatangi para pengunjung. Lokasi obyek...

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Situs Cagar Budaya Benteng Indrapatra di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, mulai didatangi para pengunjung. Lokasi obyek wisata itu selain melihat peninggalan sejarah benteng Indrapatra juga pengunjung menikmati wisata indahnya panorama laut di daerah itu, Minggu (26/7/2020). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  - Situs Cagar Budaya benteng Indrapatra di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, mulai ramai didatangi para pengunjung. Lokasi obyek wisata itu selain melihat peninggalan sejarah benteng Indrapatra juga pengunjung menikmati wisata indahnya laut di daerah itu.

Salah Seorang Pengunjung Benteng Indrapatra, Hanif, kepada Serambinews.com, Minggu (26/7/2020) mengatakan,  mereka menikmati obyek wisata Benteng Indrapatra sekaligus menikmati laut bersama keluarganya. Kata dia, untuk masuk ke lokasi obyek wisata itu mereka dikutip biaya Rp 10.000 pr mobil.

Menurut dia, lokasi obyek wisata Benteng Indrapatra ini kurang dibenahi seperti jalan dan lokasinya. Seharusnya, ini dibenahi sehingga menjadi wisata edukasi bagi pelajar di Aceh Besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Zulfikar Aziz SE mengatakan, situs cagar budaya benteng Indrapatra di Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, kurang dilestarikan Pemerintah. Akibatnya terkesan tak terurus dan sepi pengunjung.

"Pemerintah harus mendata dan melestarikan situs cagar budaya yang ada di Aceh Besar. Ini merupakan sejarah yang harus dilestarikan dan menjadikan sebagai wisata religi, dan edukasi kepada generasi bangsa guna mengingatkan kepada mereka sejarah perjuangan pahlawan Aceh di Aceh Besar mulai dari jaman masa penjajahan dari masa ke masa," ujar Zulfikar Aziz SE kepada Serambinews.com, Minggu (12/7/2020).

Kata Politisi PKS ini, di dalam sejarah benteng Indrapatra Benteng ini dibangun pada masa Kerajaan Lamuri pada zaman abad ke-17. Sudah banyak aktivitas perdagangan antarnegara dan melibatkan banyak pihak luar, seperti bangsa India, Tamil, dan Siam, dan Arab pada saat itu.

Dengan banyaknya pengunjung dari luar, dikhawatirkan pula adanya serangan-serangan dari bangsa yang ingin merebut wilayah Aceh. Benteng ini, menurut sebuah sumber, pernah digunakan sebagai tempat pertahanan dari serangan Portugis yang menyerang ke dalam wilayah Aceh.

Menurut Zulfikar Aziz,  benteng indrapatra ini diperkirakan sudah ada jauh sebelum munculnya kesultanan Aceh Darusaalam. Setelah munculnya kesultanan Aceh Darussalam, terutama pada masa sultan Iskandar Muda (1607-1636 Masehi), benteng ini pernah difungsikan sebagai pusat pertahanan utama untuk membendung serangan dan mengusir musuh dari arah Selat Malaka.

Namun, sekarang benteng tersebut terkesan kurang perawatan dan kepedulian dari Pemkab Aceh Besar dan Pemerintah Aceh.  Pihaknya atas nama Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar segera melestarikan dan mempromosikan situs cagar budaya yang ada di Aceh Besar khususnya di Jalan Laksamana Malahayati di Gampong Ladong, Gampong Lamreh, apalagi Gampong Ladong dalam sejarah penjajahan belanda daerah yang bersejarah tempat pengintaian kapal musuh.

Disisi lain, ditambah Zulfikar Aziz,  di Aceh Besar cukup banyak makam-makam bersejarah seperti makam para pahlawan Aceh yang gugur dalam pertempuran merebut Kemerdekaan dari Bangsa Belanda seperti di Gampong Lamreh.(*)

Miliki Jam Terbang Tinggi, Hotman Paris Sebut Hanya Inul & Syahrini, Artis yang Berani Bayar Mahal

Simak, Puasa Sunnah Dua Hari Sebelum Idul Adha, Berikut Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Catat, Ini Jadwal Pengambilan Daging Kurban Lazismu di Lhokseumawe

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved