Breaking News:

Bisnis Transportasi di Masa Corona Lebih Berat Dibanding Saat Konflik

Owner Perusahaan Otobus (PO) Kurnia Group, Wahyu A Wahab mengaku, usaha transportasi di masa pandemi Covid-19

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Wahyu A Wahab yang juga Anggota DPRA ini hadir sebagai narasumber dalam program Serambi Podcast edisi Bincang Bisnis dengan tema “Dampak Covid-19 Terhadap Usaha Otobus di Aceh”, yang disiarkan langsung di Facebook Serambinews.com, Jumat (24/7/2020). 

BANDA ACEH - Owner Perusahaan Otobus (PO) Kurnia Group, Wahyu A Wahab mengaku, usaha transportasi di masa pandemi Covid-19 atau virus corona yang sedang mewabah saat ini lebih berat dibanding masa konflik yang terjadi di Aceh.

“Ini (lebih berat Covid-19) karena seluruh penjuru tutup, kita mau ke timur, keluar perbatasan ditutup. Tidak ditutup pun, tidak ada orang juga. Sopir juga malas bawanya itupun kalau ada penumpang di jalan, kalau enggak ada?,” kata Wahyu saat menjadi narasumber program Serambi Podcast yang disiarkan langsung di facebook serambinews.com, Jumat (24/7/2020).

Serambi Podcast edisi bincang bisnis dengan tema ‘Dampak Covid-19 Terhadap Usaha Otobus di Aceh’ itu menghadirkan Owner PO Kurnia Grup, Wahyu A Wahab, sedangkan yang menjadi host dalam bincang bisnis tersebut Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur.

Wahyu yang juga Anggota DPRA ini mengatakan, saat konflik, manusia masih ada yang beredar dan ekonomi jalan. “Konflik kan bukan pandemi, bukan penularan. Waktu masa konflik dulu ekonomi Aceh hidup dibanding dengan corona saat ini,” katanya.

Ia menyebutkan, ditengah Covid-19 ini, jumlah armada bus yang tetap jalan sebanyak 10-12 unit. “Dari Februari lalu sudah sepi ketika pandemi mulai berembus di Aceh,” sebutnya.

Namun, tambah Wahyu, tidak ada Covid-19 pun penumpang bus juga sudah sepi karena armada bus yang sudah banyak di Aceh. “Bus ini bukan usaha industri yang memproduksi suatu produk, ia usaha jasa, layanan jadi semua bisa buat. Kalau industri karet, kopi itu kita kerjar produksi. Namun kalau bus apakah masih dibutuhkan dengan jumlah armada yang ratusan ke Aceh, waktu jalan banyak yang kosong,” ujarnya.

Dikatakan, usaha bus di Aceh terbantu ketika masih ada PT Arun NGL dan kota Lhokseumawe hidup. “Kita terbantu, itu masa jaya. Ini pandeminya terlalu lama, kita terhenti semuanya,” kata Wahyu.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan akan melakukan suatu inovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, yaitu menyediakan mesin tiket. Nanti penumpang bisa membeli sendiri tiketnya, dan langsung naik ke bus. “Itu ada keuntungannya juga, hobi orang kita kan nawar, enggak mungkin dia nawar dengan mesin,” kata Wahyu A Wahab.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved