Breaking News:

Harga Telur dan Minyak Goreng Naik

Harga kebutuhan pokok seperti telur ayam dan minyak goreng curah di Banda Aceh dan Aceh Besar jelang Idul Adha 1441 Hijriah

SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Pedagang telur ayam di Jalan H Ilyas Blangpidie, Abdya melayani pembeli. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

BANDA ACEH - Harga kebutuhan pokok seperti telur ayam dan minyak goreng curah di Banda Aceh dan Aceh Besar jelang Idul Adha 1441 Hijriah bergerak naik. Kenaikan tersebut dipengaruhi tingginya harga tebus. Untuk telur ayam kini harga per ikatnya Rp 415.000 (300 butir), sedangkan minyak goreng curah kini per kilogramnya Rp 11.000-Rp 12.000.

Terjadinya kenaikan harga dua komoditi itu dibenarkan H Ramli, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Dikatakan, kenaikan dua komoditi tersebut karena tingginya permintaan, tidak saja di Aceh, tapi juga di sejumlah provinsi, terutama di Pulau Jawa.

ATerjadi lonjakan kenaikan harga sebesar 30 persen untuk telur ayam. Tingginya permintaan Pulau Jawa atas telur ayam dari Sumatera Utara mendorong terjadinya kenaikan harga di pasaran,@ ungkapnya kepada Serambi, Minggu (26/7/2020).

Dijelaskan, ketika Idul Fitri lalu harga telur ayam justru turun dari 400 ribu ke Rp 315 ribu per ikat. Namun jelang Idul Adha ini terjadi kenaikan signifikan, Rp 415 ribu per ikat, atau Rp 44.000/lempeng.

Selain tingginya permintaan, ungkap Ramli, produksi telur di masa new normal turun, karena banyak industri peternakan yang stop operasi. Jika pada bulan Mei dan Juni permintaan telur ayam dari Jawa belum meningkat, tapi pada Juli ini terjadi peningkatan permintaan hingga 30 persen. ATingginya permintaan tersebut mendorong naiknya harga telur jual,@ ujarnya.

Selain telur, lanjut Ramli, harga kebutuhan pokok lain yang naik adalah minyak goreng. Jika Idul Fitri lalu harga minyak goreng curah Rp 9.500/kg, jelang Idul Adha kali ini melonjak menjadi Rp 12.000/kg. APenyebabnya hampir sama dengan telur ayam, tingginya permintaan minyak goreng curah I Pulau Jawa,@ terangnya.

Kendati terjadi kenaikan harga, namun Ramli memastikan bahwa stok kedua komoditi itu untuk Banda Aceh dan Aceh Besar cukup banyak. Karenanya dia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir terhadap persediaan telur ayam dan minyak goreng curah.

AMinggu lalu masuk 1.000 ikat telur ayam dan 20 ton minyak goreng. Itu baru satu pemasok. Di Banda Aceh dan Aceh Besar sendiri ada sekitar 5-10 pemasok. Insya Allah untuk kebutuhan Banda Aceh dan Aceh Besar sangat cukup,@ terang Ramli sambil menambahkan bahwa untuk komoditas lain, seperti gula pasir, tepung terigu, dan beras, harganya masih stabil.

Sementara Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, untuk gula pasir mereka masih punya stok sekitar 200 ton di gudang. Stok gula terus ditambah menjelang Idul Adhai. ADalam minggu ini, akan masuk tambahan sebanyak 250 ton lagi. Harga eceran gula Bulog juga masih sesuai HET nya pemerintah Rp 12.500/kg,@ jelasnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved