Breaking News:

Lantik Putra Aceh di Eselon I, Mendagri Minta Hati-hati Kerja, Kantor bisa jadi Klaster Baru Covid

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berpesan agar seluruh jajarannya hati-hati dalam bekerja. Karena wabah Covid-19 belum juga...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat pelantikan pejabat Eselon I Kemendagri, Senin (27/7/2020). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berpesan agar seluruh jajarannya  hati-hati dalam bekerja. Karena wabah Covid-19 belum juga tuntas dikendalikan. Dan ruang kantor jadi tempat yang potensial jadi media penularan atau kluster baru.

Pesan itu disampaikan Mendagri saat melantik  putra Aceh, Dr Drs Safrizal ZA MSi sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, dan pejabat eselon I lainnya di lingkungan kemendagri, yakni Sekjen Kemendagri dipercayakan kepada Dr Ir  Muhammad Hudori MSi, dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Dr Drs Bahtiar MS.

Kemudian Dirjen Bina Keuangan Daerah Dr Mochamad Ardian N MSi,  Dirjen Bina Pembangunan Daerah Dr Hari Nur Cahya Murni MSi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dr Drs Agus Fatoni MSi di Gedung Sasana Bhakti Praja Gedung C, Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/07/2020).

"Yang ingin saya sampaikan, sekarang ini sudah mulai work from office (WFO). Ini. betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru covid-19," kata Mendagri.

Mendagri minta pejabat  eselon I dan II di Kemendagri untuk betul-betul memberikan pemahaman kepada staf-nya tentang Covid-19. Termasuk cara penularannya dan mematikannya, seperti yang sering diungkapkan di berbagai acara.

Begini Kebahagiaan Nenek- Nenek di Aceh Utara Kala Terima Bantuan dari Brimob

"Sekali lagi saya sampaikan penularan melalui mulai dari percikan. Maka jaga jarak. Penularan juga melalui aerosol, semburan dan penularan melalui objek, yang objek ini yang banyak, sama aerosol yang mungkin kita tidak sadar," katanya.

Oleh karena itu, kata Mendagri, bagi yang harus bekerja di kantor atau masuk kantor, posisi duduk harus berjarak. Dijarang-jarangkan. Atau terapkan sistem shift, sehingga potensi penularan bisa dicegah.

" Jika di dalam ruangan tidak perlu pakai AC.  Kalau mau pakai AC sebelumnya yang lain-lain, seperti ventilasi dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. Kemudian buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk, karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus Covid-19," ujarnya.

Potensi penularan yang paling rawan, lanjut Mendagri dari objek,  barang atau benda yang dipegang oleh orang yang telah tertular virus. Sebisa mungkin jika habis pegang benda di ruang publik, seperti di kantor, jika belum cuci pakai sabun, atau hand sanitizer, jangan pegang area mata atau hidung.

"Kalau  bapak-bapak dan ibu bertanya kenapa Pak Menteri tidak pakai sarung tangan? Saya setelah pegang ini tidak ada pegang hidung, tapi setelah saya pegang mic pegang segala macam yang lain saya semprot baru pegang mata hidung atau mulut. Nah ini, jadi tolong ingatkan betul  tetap pakai masker, kecuali sendirian di ruangan. Tapi kalau rapat upayakan tetap pakai masker walaupun jaga jarak, sinar matahari masuk, AC misalnya dimatikan, itu akan sangat banyak membantu, dan jangan lupa siapkan sabun cuci tangan di mana-mana, juga hand sanitizer. Ini  perlengkapan perorangan tiap-tiap personel, " tutur Mendagri.

Intinya, kata dia, setiap pegang apapun, segera   semprot dengan hand sanitizer. Itu mesti jadi kebiasaan. Termasuk  kalau sudah bersalaman, jangan sampai kemudian  lupa lantas pegang hidung dan kucek mata. Cuci dengan sabun atau semprot dulu dengan hand sanitizer.

" Jadi rekan- rekan tolong diatur oleh rekan-rekan eselon I dan eselon  II di lingkungan masing-masing. Direksi saya berikan,  pengetahuan tentang Covid-19 dan cara menghindari penularan ini  disampaikan kepada personel kita yang mungkin mereka tidak tahu. Saya mengharapkan betul supaya (disampaikan).dan berdoa supaya Kemendagri ini tidak terjadi penularan Covid-19 atau jadi klaster baru, karena bagaimana kita akan bicara keluar tentang penanganan Covid kalau kantor Kemendagri sendiri tidak bisa menjadi contoh," ujarnya.(*)

Khailida Ajak Warga Vote Rencong Batu dan Surfing Samadua di API 2020

Kisah Omar Asal Lhokseumawe, dari Penyanyi Kafe, Kini Berkiprah di Blantika Musik Nasional Jakarta

Penerbangan di Bandara Malikussaleh Aceh Utara Mulai Normal, Penumpang Lebih Banyak dari KNO

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved