Mawardi Minta Jalan Tol Digratiskan
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, meminta pihak Kementerian PUPR (Kemen-PUPR) segera membuka ruas jalan tol Blangbintang-Indrapuri
* Kirim Surat ke Kemen-PUPR
JANTHO - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, meminta pihak Kementerian PUPR (Kemen-PUPR) segera membuka ruas jalan tol Blangbintang-Indrapuri yang pembangunan fisiknya sudah selesai dikerjakan. Pembukaan ruas jalan tol sepanjang 14 km bisa dibuka untuk umum sebagai sosialisasi awal sebelum dioperasionalkan secara berbayar.
Terkait hal itu, Mawardi mengaku sudah mengirimkan surat permintaan ke Kemen-PUPR agar ruas jalan tol itu bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat. "Sebelumnya berbayar, berilah kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menikmati jalan bebas hambatan itu secara gratis," ujarnya kepada Serambi, Senin (27/7/2020).
Jika permintaan tersebut dipenuhi, kata Mawardi, akan memberi kebahagiaan bagi masyarakat Aceh, karena mereka bisa merasakan jalan tol secara gratis di daerahnya, sebelum operasionalnya berbayar. "Terlebih jika akses gratis itu bisa dirasakan masyarakat pada Lebaran Idul Adha yang akan segera tiba," ungkapnya.
Ditambahkan Bupati Aceh Besar, dari pantauan lapangan, pekerjaan pembangunan fisik jalan tol sudah tuntas pada Mei lalu. Dan hasil pengujian kelayakan jalan tol, untuk seksi IV Blangbintang-Indrapuri sudah layak dioperasikan. "Karena sudah layak, makanya saya berani menyurati Kementerian PUPR dan memohon segera membuka jalan tol seksi IV itu untuk kenderaan umum, secara gratis, sebelum operasi berbayar," terangnya.
Dia juga berharap, dengan permintaan itu agar pengoperasian jalan tol secara gratis masanya bisa lebih panjang, sampai tiga bulan. Baru setelah itu, dilakukan pembayaran, setelah masyarakat Aceh, sudah mahir dan bisa menguasai kendaraan saat melaju di jalan tol.
Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Ruas Sigli-Banda Aceh, Jarot mengatakan, pengoperasian jalan tol Blangbintang-Indrapuri masih menunggu rekomendasi dari Kementerian PUPR. "Bangunan fisik dan sarana pendukung memang sudah selesai 100 persen, tapi untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, kita masih menunggu rekomendasinya dari pusat," ujarnya.
Terkait harapan Bupati Aceh Besar agar jalan tol dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat sebelum operasional berbayar dilakukan, Jarot sangat memahami keinginan tersebut. Namun, tambahnya, semua itu harus seiizin Kementerian PUPR.
Sebelumnya Asisten II Setda Aceh H T Ahmad Dadek mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi dari Kementerian bahwa pada tahap awal ruas tersebut gratis dilalui masyarakat. “Tapi berapa lama masa operasi gratis, pihak Kementerian PUPR belum menyebutkannya kepada kami, " ujar H T Ahmad Dadek kepada Serambi, Rabu (22/7/2020).
Sementara itu, Project Manager PT Hutama Karya Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, Slamet Sudradjat mengatakan, pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 76,2 km dibagi enam seksi.
Dari enam seksi tersebut, baru seksi IV Blangbintang-Indrapuri sepanjang 14 km yang pembangunannya sudah selesai 100 persen. Sedangkan Seksi III, Indrapuri-Jantho sepanjang 16 km, realisasi pembangunan fisiknya sudah 60 persen lebih, kemudian seksi II Jantho-Seulimuem sepanjang 6 km baru 30 persen, seksi I Seulimuem-Padang Tijie (Pidie) sepanjang 25 km realisasi pembangunannya baru terealisir 10 persen, selanjutnya seksi V Blangbintang-Kutabaro sepanjang 8 km baru 14 persen, seksi VI Kutabaro-Baitussalam sepanjang 5,2 km realisasi pembangunan sudah 50 persen.
"Total realisasi pembangunan fisik jalan tol Sigli-Banda Aceh itu baru mencapai 45 persen lebih, sedangkan realisasi pembebasan tanahnya lebih cepat, saat ini sudah mencapi 75 persen lebih," ujar Slamet.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-aceh-besar-mawardi-ali-9.jpg)