Breaking News:

Kasus Covid-19 di Aceh Melonjak, Sehari 22 Orang Positif

Dalam sehari, 22 orang terkonfirmasi positif Corona. Dari jumlah itu, empat orang merupakan dokter dan seorang perawat

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/Handover
dr. Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh 

Pertambahan 22 pasien Covid-19 dalam sehari di Aceh merupakan kedua terbanyak sejak virus ini mulai mewabah. Rekor tertinggi di Aceh adalah 27 orang positif Covid-19 dalam satu hari, yakni pada 15 Juli 2020 lalu. Dengan kasus terbaru ini, total kasus infeksi Corona di Aceh sejak Maret lalu sudah mencapai 193 orang. Dari jumlah itu, sepuluh orang meninggal, 94 orang sembuh, dan 89 orang masih sedang dirawat pada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.

Informasi serupa juga disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada wartawan, Selasa (28/7/2020). Dengan melonjaknya kasus Corona, ia mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan konsisten menjalankan protokol kesehatan, termasuk pada saat menjalankan shalat Idul Adha 1441 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Rilis 'daerah aman'

Saifullah juga mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Pusat sudah merilis peta zonasi risiko terbaru pada 26 Juli 2020 melalui laman covid19.go.id. Zona hijau (tidak terdampak) atau aman dari paparan Covid-19 di Aceh meliputi Pidie Jaya, Nagan Raya, Subulussalam, Pidie, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Simeulue, dan Gayo Lues.

Zona kuning atau risiko rendah meliputi Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Sabang, Langsa, Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bener Meriah. Sedangkan zona oranye risiko sedang meliputi Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Besar.

“Zonasi risiko daerah tersebut dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat menggunakan skoring dan pembobotan. Seperti indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan,” jelas pria yang akrab disapa SAG, ini.

Keluarkan intruksi

Demi memutuskan mata rantai kasus positif Covid-19 Aceh, shalat Idul Adha 1441 H dapat dilaksanakan di semua daerah Zona Hijau dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Di daerah zona kuning dan zona oranye/merah tergantung pada keputusan bupati/wali kota setempat. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, sudah menyurati bupati/wali kota pada 20 Juli 2020 terkait pelaksanaan shalat Idul Adha, tahun ini.

"Sedangkan di daerah zona kuning dan oranye/merah tergantung pada keputusan bupati/wali kota masing-masing, setelah berkoordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," urai SAG.

Selain pada pelaksanaan shalat Idul Adha, tambah Saifullah, protokol kesehatan juga harus diperhatikan pada penyembelihan hewan kurban. Kebersihan tenaga, tempat, dan peralatan yang digunakan harus mendapat perhatian serius. Prinsip-prinsip jaga jarak juga harus diterapkan pada saat pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved