Breaking News:

Bendungan Tiro Dibiarkan Bocor

Hampir enam tahun bendungan pintu satu Tiro, Kecamatan Tiro, Pidie telah bocor, sehingga berdampak terhadap 6.429 hektare

SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima menunjuk aliran sungai di Pintu Sa, Tiro, Pidie menyusut akibat bendungan setempat bocor, Rabu (10/7). 

* Sudah Berlangsung Enam Tahun

SIGLI- Hampir enam tahun bendungan pintu satu Tiro, Kecamatan Tiro, Pidie telah bocor, sehingga berdampak terhadap 6.429 hektare areal sawah tidak cukup air setiap musim tanam padi. Sawah tersebut tersebar di Glumpang Baro, Glumpang Tiga, Kembang Tanjong dan Mutiara Timur. Suplai air berkurang menyebabkan hasil panen padi menurun.

Imum Mukim Glumpang Payong, Kecamatan Glumpang Baro, Amir Hamzah, kepada Serambi, Rabu  (29/7) mengatakan, bocornya pintu Bendungan Pintu Satu Tiro telah terjadi tahun 2014, tapi sampai kini belum diperbaikinya. Sehingga petani di hilir kewalahan menyuplai air ke sawah saat musim tanam padi, terutama saat tidak turun hujan. "Selama ini, petani di Glumpang Baro harus lebih cepat menanam padi, kalau tidak, airnya tidak cukup akibat pintu bendungan Tiro bocor," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Sofyan, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, petani di lima kecamatan sering tidak cukup air yang dialiri dari Bendungan Pintu Satu Tiro. Sehingga mempengaruhi hasil panen pun turun akibat pertumbuhan tanaman padi kurang subur. Kekurangan air untuk tanaman padi akibat Bendungan Pintu Satu bermasalah. Petani setiap musim tanam sering tidak cukup air untuk tanaman padi.

Dikatakan, petani yang sangat merasakan kekurangan air tersebar di lima kecamatan di Pidie. Adalah petani di Kecamatan Glumpang Baro.dengan luas areal tanam 814,99 hektare. Lalu,

Tiro 1.160,45 hektare, Mutiara Timur 1.733,31 hektare, Glumpang Tiga 1.447,45 hektare dan Kembang Tanjong 1.108,54 hektare.

Dikatakan, dirinya bersama Muspika Glumpang Baro dan Kujruen Kecamatan Glumpang Baro, Muzakir telah melihat langsung Bendungan Pintu Satu Tiro yang bocor. Bocornya pontu bendungan tersebut telah terjadi sejak tahun 2014, anehnya belum diperbaiki Dinad Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh dan Balai.

“Jika untuk memperbaiki pintu air yang bocor harus dibendung air, saya rasa bukan satu alasan. Saya rasa kita bisa membendung air pada masa tanam gadu. Warga kita arahkan untuk tanam palawija dan holtikultural. Petani sangat berharap pintu bendungan yang bocor diperbaiki cepat," jelasnya.

Dia menambahkan, pada tahun 2020, Pidie menerima program gerakan Aceh mandiri pangan (gapang), yang bekerjasama Dinas Pertanian dan Pangan Pidie dengan TNI dengan luas areal tanam 1.500 hektare sawah tersebar di tujuh kecamatan. Adalah Geumpang, Keumala, Mutiara, Peukan Baro, Simpang Tiga, Tiro dan Glumpang Baro. Dari tujuh kecamatan, sebut Sofyan, tercatat Kecamatan Glumpang Baro dan Tiro menerima suplai air dari DI Tiro. Aktivitas tanam padi pada pogram gapang dimulai Juli 2020.

" Kita khawatir air tidak cukup sehingga program gapang rawan gagal. Untuk itu Dinas PUPR Aceh dan Balai harus menangani cepat pintu air yang bocor tersebut," jelasnya.

Kepala Ranting DI Tiro, Said Arifin, kepada Serambi, Rabu (29/7) menyebutkan, pintu Bendungan Pintu Satu Tiro telah bocor akibat gesekan batu yang terbawa air. Kebocoran pintu air bendungan sebesar batang pohon pinang. Pemerintah Aceh harus menganggarkan dana 20 miliar untuk memperbaiki pintu air yang bocor dan merehab jaringan.

" Rehab Bendungan Tiro dengan anggaran layak dilaksanakan, mengingat tiap tahun petani mampu memanen padi Rp 250 miliar dengan luas areal tanam 6.429 hektare," ujarnya. Dia menambahkan, persediaan air untuk program gampang sangat mencukupi. Sehingga pitani tidak perlu risau.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved