Breaking News:

JURNALISME WARGA

Cara Camat Labuhanhaji Dukung Belajar Daring

SAAT ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Virus yang mulanya berasal dari Wuhan, Cina, ini sekarang telah mewabah

Cara Camat Labuhanhaji Dukung Belajar Daring
FOTO/IST
MUTMAINNAH, Mahasiswi Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Labuhan Haji, Aceh Selatan

MUTMAINNAH, Mahasiswi Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Labuhan Haji, Aceh Selatan

SAAT ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Virus yang mulanya berasal dari Wuhan, Cina, ini sekarang telah mewabah ke ratusan negara lainnya, termasuk Indonesia. Tentu saja rakyat Indonesia panik. Banyak dari masyarakat berbondong-bondong membeli masker, antiseptik, face shield, vitamin C, dan obat-obatan unutk menghindari penularan. Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebarannya.

Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah meliburkan aktvfitas perkantoran, termasuk sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Hampir semua aktivitas luar rumah juga dibatasi untuk sementara. Kalaupun dilakukan harus dengan standar dan protokol yang telah ditetapkan.

Di Aceh sendiri para rektor mengikuti perintah Menteri Pendidikan RI, menginstruksikan pembelajaran daring. Sistem perkuliahan diubah dari tatap muka kepada pembelajran dalam jaringan (daring) atau sering juga disebut dengan kuliah online atau virtual. Awal kebijakan ini telah menimbulkan pro-kontra dari mahasiswa lantaran kuliah online tersebut memakan biaya kuota yang mahal dan jaringan internet yang cepat dan stabil.

Kenyataannya tidak semua mahasiswa sanggup dengan kondisi ini. Banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halamannya mengalami gangguan jaringan dan mahalnya biaya kuota internet. Bahkan banyak daerah yang sinyal internet sama sekali tidak ada sehingga mereka harus pergi jauh ke kota untuk mendapatkannya. Kita juga pernah mendengar banyak mahasiswa yang harus naik ke atas pohon demi mendapatkan sinyal internet yang bagus. Sementara bertahan di Banda Aceh atau kota lain di mana perguruan tingginya berada juga bukan solusi. Apalagi virus ini mulai menular secara lokal (local transmission).

Di kampung, curahan hati para mahasiswa tentang kuliah online semakin kerap terdengar. Banyak mahasiswa memosting curhatannya melalui media sosial facebook, twitter, atau instastory instagram. “Kalau kayak gini mending kuliah tatap muka aja, daripada kuliah kayak gini. Ini namanya bukan kuliah online, tapi tugas online.” Berbagai curahan hati mahasiswa terus bermunculan. Mereka yang sedang melakukan aktivitas kuliah online mulai merasa bosan dan tidak nyaman, dikarenakan mereka harus standby dengan handphone mereka.

                                                            Plus minus daring

Kuliah online sebenarnya tak sepenuhnya buruk. Ada beberapa sisi positifnya. Misal, dengan kuliah daring mahasiswa jauh lebih aman dari terkena virus corona. Jadi, tujuan dari kuliah online juga untuk mengurangi aktivitas kampus sehingga kontak antarmanusia yang menjadi penyabab penularan virus dapat ditekan.

Dari kuliah daring juga mahasiswa mulai belajar tentang teknologi belajar jarak jauh. Saat ini sistem perkuliahan online kebanyakan menggunakan aplikasi Zoom dan Classroom. Zoom merupakan aplikasi yang digunakan secara tatap muka seperti videocall pada aplikasi WA. Bedannya Zoom ini bisa menghubungkan orang lebih banyak dibandingkan videocall WA. Sementara Google Classroom merupakan pembelajaran online yang berbentuk grup kelas. Aplikasi itulah yang saat ini populer di kalangan mahasiswa untuk kuliah online.

Namun, di balik itu semua kuliah online juga memiliki kendala, seperti jaringan internet yang kurang mendukung dan mahalnya kuota internet. Apalagi, di banyak daerah hanya ada satu provider saja yang tersedia sehingga tak ada persaingan pada harga paket. Hal ini bukan hanya menjadi keluhan mahasiswa, tetapi juga orang tua mereka. Banyak orang tua kewalahan karena anak-anaknya membutuhkan jaringan yang kuat atau kuota untuk bisa melakukan kuliah daring.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved