Berita Simeulue
Jelang Lebaran Idul Adha, Daya Beli Masyarakat Simeulue Menurun
"Biasanya kalau mau lebaran pasar cukup ramai, warga banyak membeli berbagai kebutuhan rumah tangga. Kali ini tidak seperti sebelumnya," imbuhnya.
Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Nurul Hayati
"Biasanya kalau mau lebaran pasar cukup ramai, warga banyak membeli berbagai kebutuhan rumah tangga. Kali ini tidak seperti sebelumnya," imbuhnya.
Laporan Sari Muliyasno I Simeulue
SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Jelang hari raya Idul Adha, puluhan pedagang yang menggelar lapak jualan di Pajak Inpres Sinabang, tampak sabar menunggu pembeli.
Namum demikian, tidak seperti hari-hari menjelang lebaran tahun sebelumnya.
H-1 jelang hari raya Idul Adha kali ini, suasana pasar tidak seramai sebelumnya.
Pantauan Serambimews.com di lapangan, pedagang yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga dengan sabar menunggu pembeli.
Masih banyak dagangan milik pedagang belum habis terjual.
Menurut seorang pedagang kepada Serambinews.com, Ardi, mengatakan daya beli masyarakat menurun saat suasana pandemi Covid-19, sangat dirasakan oleh pedagang.
• Strategi Pemerintah Australia Membuka Kembali Sekolah di Era New Normal
"Biasanya kalau mau lebaran pasar cukup ramai, warga banyak membeli berbagai kebutuhan rumah tangga. Kali ini tidak seperti sebelumnya," imbuhnya.
Sementara itu, pantauan Serambinews.com di rumah potong hewan (RPH) Suka Karya, Sinabang, dari 20 ekor ternak yang disiapkan untuk daging meugang, hingga menjelas siang belum habis terjual.
Sedangkan untuk harga jual daging meugang Rp 150 ribu per kilogram.
"Ternak sebelum dipotong maupun sesudah dipotong diperiksa," kata seorang petugas dari Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Simeulue. (*)
• Pemberitahuan dari Pemerintah Aceh Terkait Protokol Kesehatan di Hari Raya Idul Adha