Breaking News:

Kenaikan Harga Bisa 'Ditolerir'

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menilai kenaikan harga sembako pada meugang lebaran Idul Adha 1441 H

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadisbun Aceh, AHanan, sedang melihat cabe merah di Pasar Lambaro, yang harganya sedang anjlok Rp 18.000/Kg, Minggu (27/5/2018). 

* Hasil Pemantauan Sembako di Pasar Lambaro

BANDA ACEH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menilai kenaikan harga sembako pada meugang lebaran Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini masih dalam batas toleransi (bisa ditolerir). Hal itu berdasarkan hasil pemantauan Kadisperindag Aceh, Ir Mohd Tanwier bersama tim terhadap sembako di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Rabu (29/7/2020).

"Hasil pantauan kami bersama Tim Pengawas Pangan Polda Aceh ke Pasar Induk Lambaro, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti telur ayam, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, daging sapi, masih dalam batas toleransi," kata Mohd Tanwier.

Dia mengatakan, harga daging sapi pada meugang Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini masih normal sekitar Rp 150.000/Kg. Harga itu memang naik sedikit dibanding harga eceran harian Rp 130.000/Kg. Sedangkan telur ayam ras harganya Rp 44.000/lempeng (isi 30 butir), sedikit naik dari harga minggu lalu Rp 40.000/lemping.

Untuk minyak goreng curah, harganya naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 12.000/Kg. Kenaikan harga minyak goreng dan telur ayam ras, menurut Tanwier, akibat banyaknya telur ayam dan minyak goreng dari Sumatera yang dikirim ke Pulau Jawa, sehingga berdampak pada penjualan di Aceh.

Untuk gula pasir, kata Kadisperindag Aceh, harganya turun dibandingkan lebaran Idul Fitri lalu. Jelang lebaran Idhul Adha tahun ini, harganya berkisar Rp 13.000-Rp 14.000/Kg, jauh lebih rendah dari harga saat lebaran kemarin Rp 15.000/Kg. Hal itu karena stoknya cukup banyak di dalam negeri, dan harga tebusnya di Banda Aceh saat ini hanya Rp 600.000/dak (50 Kg), lebih rendah dari lebaran kemarin mencapai Rp 850.000/sak.

Mohd Tanwier menambahkan, kenaikan harga barang yang agar tinggi terjadi pada cabai merah Rp 40.000/Kg dari sebelumnya Rp 25.000/Kg, dan bawang merah naik menjadi Rp 35.000/Kg, dari sebelumnya Rp 30.000/Kg. Tomat juga naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000/Kg, cabai hijau Rp 30.000/Kg, dan cabai rawit Rp 30.000/Kg. Tapi bawang merah impor dari Cina tetap murah Rp 15.000-Rp 20.000/Kg dan bawang putih impor Rp 20.000-Rp 25.000/Kg.

Menurutnya, kenaikan harga cabai merah pada meugang lebaran Idul Adha kali ini masih dalam batas yang wajar akibat pengaruh psikologis pasar. "Harga cabai merah, bawang merah, tomat, dan lainnya, kami perkirakan akan turun kembali setelah lebaran Idul Adha nanti," ujar Mohd Tanwier.

Tindak Pedagang yang Memainkan Harga

Sementara pihak Reskrimsus Polda Aceh, selaku Tim Pengawas Pangan Aceh menyatakan pedagang yang memainkan harga barang kebutuhan pokok akan ditindak tegas. Wadir Reskrimsus Polda Aceh selaku Wakil Ketua Tim Pengawas Pangan Aceh, AKBP Hairajadi, yang turut melakukan kunjungan ke Pasar Induk Lambaro menyatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pasokan dan persediaan stok kebutuhan pangan di berbagai pasar.

"Hasil pemantauan sementara yang dilakukan Tim Direskrimsus Polda Aceh, pasokan dan stok bahan pokok di Banda Aceh dan Aceh Besar relatif tercukupi, termasuk daging sapi. Harganya juga relatif terjangkau Rp 150.000/Kg," katanya.

Sampai saat ini, kata Hairajadi, belum ada pedagang yang melakukan penimbunan barang untuk menaikkan harga pada meugang lebaran Idul Adha 1441 Hijjriah tahun ini. "Jika ada pedagang yang melakukan spekulasi harga dengan cara menumpuk barang, Polda Aceh siap menindak tegas pelakunya," pungkasnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved