Update Virus Corona di Ace

Korban Capai 410 Orang, Jubir: Virus Corona Bukan Hoaks, Semua Harus Siaga Tangkal Laju Punularan

Masyarakat yang termakan hoaks cenderung abai pada protokol kesehatan yang dianjurkan. Akibatnya, korban virus asal Tiongkok itu terus berjatuhan.

For. Serambinews.com
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ada banyak informasi palsu (hoaks) seputar virus corona yang beredar masif di tengah masyarakat.

Berita hoaks dibagi secara berantai dan melampaui kuantitas informasi dari otoritas resmi.

Masyarakat yang termakan hoaks cenderung abai pada protokol kesehatan yang dianjurkan. Akibatnya, korban virus asal Tiongkok itu terus berjatuhan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media menyikapi situasi terakhir, Sabtu (1/8/2020).

Korban virus corona, penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kian banyak di Aceh.

Kasus Covid-19 sudah mencapai 410 orang, dan 13 orang di antaranya meninggal dunia, per 1 Agustus 2020.

VIDEO - Berziarah ke Kuburan Massal Tsunami Aceh di Siron, Tempat Pemakaman 46 Ribu Lebih Korban

Bomber Lazio Immobile Dipastikan Raih Sepatu Emas Eropa 2019-2020

VIDEO - Jenazah Reaktif Covid-19 di Nagan Raya Dimakamkan Sesuai Standar Protokol Kesehatan

“Pada 14 Juli lalu, 110 orang Covid-19 di Aceh, kini 410 orang umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG), dan 13 orang dilaporkan meninggal dunia,” kata SAG.

SAG mengatakan, korban meninggal terakhir laki-laki umur 53 tahun. Warga Aceh Besar ini dirawat di RSUD Meuraxa, Banda Aceh, karena sesak nafas.

Hasil foto thorak menunjukkan pneumonia, dan hasil pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring konfirmasi Positif Covid-19.

Almarhum meninggal dunia, Jumat (31/7/2020) malam, sekira pukul 21.00 WIB, setelah tiga hari dirawat.

Keluarga almarhum, lanjut SAG, sangat tabah dan tawakkal, serta menunjukkan keteladanan dalam penanganan jenazah, sesuai protokol kesehatan.

Koordinator Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUZA, Banda Aceh, dr Novina Rahmawati, M.SI, Med, Sp.THT-KL, FICS melaporkan jenazah almarhum difardukifayahkan oleh ustaz pemulasaraan jenazah RSUZA sesuai protokol Covid-19 dan tentu saja sesuai syariat Islam.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved