YARA Sorot Program Replanting Sawit

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyorot program replanting (peremajaan) kelapa sawit dari Direktorat Jenderal Pertanian

For Serambinews.com
Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani 

MEULABOH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyorot program replanting (peremajaan) kelapa sawit dari Direktorat Jenderal Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, untuk kabupaten Aceh Barat di kawasan Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Dalam program tersebut diduga terjadi penggunaan lahan baru seluas 400 hektare yang dikelola oleh sebuah koperasi. “Kita berharap pihak terkait melakukan pengecekan dan pemeriksaan lahan pada program replanting di Seumara, supaya tidak disalahgunakan dan menghindari persepsi yang salah di masyarakat soal program replanting di Seumara. Sebab, informasi yang kami dengar dalam pelaksanaan program peremajaan sawit masyarakat, ada dugaan pembukaan lahan baru, bukan kebun lama yang dilakukan peremajaan,” ungkap Ketua YARA Aceh Barat Hamdani kepada Serambi, Rabu (29/7/2020).

Ia mengingatkan, program replanting kelapa sawit ini harus transparan, tidak boleh tertutup. Siapa penerimanya harus jelas, begitu juga sertifikat lahan. “Jangan nanti status kepemilikan lahan tidak jelas dan berapa luasnya, harus jelas datanya,” ungkap Hamdani.

“Jangan sampai ada penyelewengan, sistem pelaksanaannya harus sesuai aturan. Karena program ini peremajaan kelapa sawit, bukan membuka lahan baru ditanami sawit,” sebutnya.

Sementara Keuchik Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Basariah menyebutkan, terkait dengan program replanting yang dikerjakan oleh sebuah koperasi di desanya masih tertutup. Artinya, sejauh ini pihak koperasi belum memberikan data 406 hektare lahan masyarakat untuk program replanting itu.

Sepengetahuannya, kata dia, kegiatan replanting dihentikan sementara karena ada lahan yang hendak digarap masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan di daerah tersebut.

Basariah mengaku ingin mengetahui berapa jumlah warganya yang masuk dalam program tersebut  atau pun ada warga lain dari luar desa Seumara yang masuk dalam program replanting. Sebab, luas lahan yang dimiliki warganya di Seumarha sekira 200 hektare.

“Saya bersama dengan pihak tuha peut gampong mencoba untuk meminta data kepada pihak pengelola terkait data replanting untuk warga di desa tersebut. Namun, sejauh ini belum bisa kami dapatkan dari pihak pengelolanya,” jelasnya Basariah.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved