Kubah Masjid Baitul Amal Rusak Parah, Kas Kosong Warga Harapkan Bantuan  

Jamaah dari Desa Paya Meudru, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara pada Kamis (30/7/2020) mulai memperbaiki kubah Masjid Baitul Amal agar tetap dapat

DOK BPBD Aceh Utara
Kubah Masjid Baitul Amal di Desa Paya Meudru Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, rusak parah diterpa angin puting beliung, Selasa (28/7/2020). DOK BPBD Aceh Utara 

Jamaah dari Desa Paya Meudru, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara pada Kamis (30/7/2020) mulai memperbaiki kubah Masjid Baitul Amal agar tetap dapat melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 H. Sebab, kubah masjid tersebut rusak parah setelah dihantam angin puting beliung, Selasa (28/7/2020).   

Meski sudah diperbaiki, ternyata belum juga sempurna. Sehingga air hujan tetap akan jatuh ke lantai masjid, karena masih ada celah di bagian kubah yang belum dapat ditutup rapat dengan seng. Namun, pada Lebaran Idul Adha, Jumat (31/7/2020), jamaah dapat melaksanakan shalat ied dan mengikuti khutbah dari khatib.

“Namun, jamaah tetap khawatir akan terjadi hujan saat shalat. Sebab, bila hujan jamaah yang berdiri di saf di bawah kubah itu pasti akan basah,” ujar Keuchik Paya Meudru, Muhammad Amri kepada Serambi, Sabtu (1/8/2020).

Bahkan, pada pagi lebaran, pengurus masjid sejak pagi mengepel lebih dulu lantai yang masih basah dengan air embun. Begitu juga dengan shalat Jumat juga berjalan lancar sampai selesai, karena tidak hujan. “Jamaah sepakat mengadakan gotong royong agar masjid itu masih bisa melaksanakan shalat, terutama shalat lima waktu,” ujar Keuchik Paya Meudru.

Sementara Imum Besar Masjid Baitul Amal, Tgk Nurdin kepada Serambi menyebutkan, jamaah yang melaksanakan shalat Ied di masjid tersebut bukan hanya dari Paya Meudru dan Buket Guru, tapi juga dari Desa Tanjong Seureukuy. “Banyak jamaah yang melaksanakan shalat kemarin, hampir penuh dalam masjid,” ujar Tgk Nurdin.

Saat ini, panitia pembangunan masjid belum bisa memperbaiki kubah meskipun sangat mendesak, karena kas masjid sedang kosong. Karena itu, pengurus masjid berharap ada bantuan untuk dapat memperhaikinya. “Kami membangun masjid dengan sumbangan masyarakat setiap kali panen padi. Karena itu, kalau kas kosong, kami harus menunggu,” pungkas Tgk Nurdin.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved