Polisi Angkut Sepmor Pembalap Liar

Personel Patroli Kota (Patko) Satuan Sabhara Polresta Banda Aceh, mengamankan enam sepeda motor (sepmor) milik sejumlah remaja tanggung

FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH 

* Dari Kawasan Ulee Lheue

BANDA ACEH - Personel Patroli Kota (Patko) Satuan Sabhara Polresta Banda Aceh, mengamankan enam sepeda motor (sepmor) milik sejumlah remaja tanggung yang disinyalir akan digunakan untuk balapan liar di kawasan pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (31/7/2020) malam. Keenam sepeda motor itupun langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Banda Aceh oleh personel Patko Sabhara Polresta yang melaksanakan patroli malam itu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Sabhara, AKP Mawardi SE MM mengatakan, patroli kota akan terus ditingkatkan untuk memberi rasa aman dan kenyamanan bagi warga kota.

"Keenam sepeda motor itu kami amankan karena dari bentuknya saja sepeda motor sudah dimodifikasi, tanpa nomor polisi dan sudah tidak standar. Lalu, mereka berada di lokasi yang selama ini sering dijadikan arena balapan liar," kata AKP Mawardi, kepada Serambi, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Mawardi, balapan liar selama ini sudah mengusik rasa aman dan kenyamanan bagi warga. Di samping itu, upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya, untuk menyelamatkan para pembalap liar itu dari mati sia-sia di jalan.

"Bayangkan saja mereka kebut-kebutan di jalan raya, tanpa safety dan pengamanan apapun. Kondisi itu sangat berbahaya dan harusnya itu menjadi perhatian bersama, terutama orang tua dan keluarga," ujar AKP Mawardi.

Untuk enam sepeda motor yang diamankan itu, terutama sepeda motor yang tidak memiliki nomor polisi dan sudah tidak standar akan diselidiki keabsahan dan kelengkapan surat kendaraannya. 

Karena selama ini ada dugaan di antara kendaraan-kendaraan yang digunakan dalam aksi balapan liar disinyalir sepeda motor curian atau tidak jelas kepemilikannya dan sering digunakan khusus dalam aksi kebut-kebutan tersebut.  "Untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, kami akan terus melaksanakan patroli, meski itu di hari-hari libur," terang Mawardi.

Kasat Sabraha Polresta AKP Mawardi mengharapkan peran keluarga dan orang tua menjadi pondasi awal yang bisa menentukan dan memberikan pengentian kepada anak-anaknya untuk tidak terlibat dalam balapan liar. Kontrol dan pengawasan dari keluarga dan orang tua tersebut sangat menentukan.

"Tanpa dukungan dan kerja sama semua pihak, terutama keluarga dan orang tua, maka akan sulit bagi kami dalam menertibkan aksi balapan liar. Selama ini, kami berusaha melakukan pencegahan, tapi secara 'kucing-kucingan' aksi balapan liar tetap ingin dilakukan," sebut mantan Kasat Lantas Polres Pidie ini.

Ia pun menerangkan selama ini sudah banyak yang meninggal sia-sia di jalan, akibat balapan liar. Bahkan sehari sebelumnya, seorang remaja atas nama Rudi Firmansyah (21) remaja Montasik, Aceh Besar yang memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.

Remaja tersebut mengalami luka parah akibat jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya setelah menabrak penutup parit yang berada di sisi kiri jalan dari arah Ulee Lheue mengarah ke Blangpadang, sehingga kendaraan korban pun hilang keseimbangan dan jatuh terseret ke aspal.

Syukur, ungkap mantan Kapolsek Ulee Kareng ini, di lokasi ada personel Patko Sabhara Polresta dan masyarakat setempat, sehingga cepat menyelamatkan korban dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) untuk mendapatkan pertolongan medis.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved