Breaking News:

Ruang Rawat Pasien Covid di RSUZA Penuh

Meningkatnya kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir berdampak pada tingkat hunian sejumlah rumah sakit di Aceh, terutama Rumah Sakit Umum

FOTO TIM GUGUS PEMERINTAH ACEH
Sejumlah petugas medis foto bersama di Lantai II Asrama Haji, Banda Aceh, Sabtu (1/8/2020). Mereka sedang menjalani isolasi mandiri sambil menunggu keluarnya hasil swab. 

* Tenaga Medis Positif Corona Pindah ke Asrama Haji

BANDA ACEH - Meningkatnya kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir berdampak pada tingkat hunian sejumlah rumah sakit di Aceh, terutama Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Dua ruang tempat biasanya pasien Covid-19 diisolasi dan dirawat di RSUZA kini dalam keadaan penuh, yakni Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emerging and Remerging (Pinere) 1.

Hal itu diakui Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS saat ditanyai Serambi, Sabtu (1/8/2020) siang. "Ya, ruang RICU dan Pinere 1 saat ini memang  full," sebut Azhar.

Ruang RICU di rumah sakit rujukan tingkat provinsi itu memiliki enam kamar. Sedangkan Pinere 1 punya 14 bed (tempat tidur). Semua kamar dan ranjang itulah yang kini terisi penuh dengan pasien-pasien Covid-19, baik yang berasal dari Banda Aceh, maupun dari daerah.

Di luar itu, RSUZA juga memiliki Poliklinik Pinere 2 yang terdiri atas 24 bed. Namun, hanya lima bed lagi yang kini kosong. Sedangkan RSUZA saat ini merawat pasien Covid-19 jauh melebihi dari jumlah bilik dan bed yang tersedia.

Sebagai solusinya, kata Azhar, hanya pasien nonmedis (pasien rujukan) saja yang dirawat di RICU dan Pinere 1 maupun 2 RSUZA. Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) yang positif Covid-19 semuanya diisolasi dan dirawat di Asrama Haji Embarkasi Aceh yang memiliki kapasitas 210 bed. Asrama ini kebetulan sedang kosong karena tidak ada pemberangkatan haji dari Aceh dan seluruh Indonesia ke Saudi Arabia tahun ini.

"Saat ini baru terisi 29 bed di asrama haji. Mereka yang dirawat di sana adalah tenaga kesehatan. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswa PPDS (program pendidikan dokter spesialis, red), perawat hingga transporter yang positif Covid," rinci Azhar.

Menurut Azharuddin, Asrama Haji Embarkasi Aceh itu saat ini tidak mungkin dijadikan tempat untuk merawat pasien atau masyarakat yang positif  Covid-19, karena tidak/belum tersedia fasilitas pendukung, seperti alat-alat medis dan logistik standar lainnya. “Jadi, tepatnya asrama haji kita gunakan untuk tenaga medis, paramedis, dan tenaga kesehatan lainnya dari RSUZA yang begitu banyak positif dan yang tidak bergejala/gejala ringan,” ulang Azhar.

Tempat siaga

Ia juga menyebutkan bahwa tanggal 31 Juli 2020 Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes sudah menyurati Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Asrama Haji Embarkasi Aceh. Dalam surat itu disebutkan bahwa paramedis dan masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) agar tidak menularkan kepada yang lain, perlu tempat siaga untuk penanganan Covid-19 sebagai tempat isolasi mandiri yang disiapkan Pemerintah Aceh.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved