Breaking News:

Bocah Meninggal Tertimpa Pohon

Badai disertai hujan menerjang sejumlah kawasan di barat dan selatan Aceh, Senin (3/8/2020), tidak hanya menimbulkan korban nyawa

FOR SERAMBINEWS.COM
Tim Gabungan saat melakukan pencarian terhadap dua nelayan atas nama Hauzul Hayadi (35), asal Gampong Manggis Harapan dan Rinaldi (27), asal Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan, yang dilaporkan hilang kontak saat mencari ikan di laut, Senin (3/8/2020) 

* Dua Nelayan Hilang, Belasan Rumah Rusak Diterjang Badai

TAPAKTUAN - Badai disertai hujan menerjang sejumlah kawasan di barat dan selatan Aceh, Senin (3/8/2020). Tidak hanya menimbulkan korban nyawa, angin kencang tersebut juga menyebabkan dua nelayan hilang kontak, dan belasan rumah alami kerusakan.

Di Aceh Selatan, seorang bocah berusia 13 tahun, Safran Maulana, putra dari Anwar (40), warga Seneubok Keuranji, Kecamatan Kota Bahagia, meninggal dunia karena tertimpa pohon yang tumbang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WIB kemarin.

Informasi yang didapat Serambi dari Keuchik Seuneubok Keuranji, Ubaidillah, saat kejadian, Safran sedang berada di kebun dan tiba-tiba muncul angin kencang yang membuat dahan pohon durian patah dan menimpa kepala korban. “Dahan dari pohon durian tersebut patah dan menimpa tepat di kepala korban dan korban meninggal di tempat," ujar Ubaidillah.

Selain di Kecamatan Bahagia, angin kencang juga melanda beberapa wilayah kecamatan yang ada di Aceh Selatan, seperti Kecamatan Bakongan dan Tapaktuan. Sejumlah pohon tumbang dan menimpa beberapa rumah, termasuk salah satunya Masjid Baitul Ikhlas di Gampong Drien. Selain itu beberapa atap rumah warga juga ada yang rusak disapu angin.

Nelayan hilang

Serambi juga mendapat informasi bahwa ada dua nelayan Aceh Selatan dilaporkan hilang kontak. Keduanya masing-masing atas nama Hauzul Hayadi (35), asal Gampong Manggis Harapan dan Rinaldi (27), asal Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE, mengatakan, laporan nelayan hilang kontak di laut tersebut diterima dari Syafrizaldi (29), warga Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji. "Syafrizaldi mengabarkan bahwa abang dan adik kandungnya, Hauzul Hayadi dan Rinaldi menelepon bahwa mesin boat miliknya mati, telah diupayakan namun tetap tidak nyala," kata May Fendri.

Mengutip keterangan Syafrizaldi, lanjut May Fendri, akhir pembicaraan via telepon tersebut disampaikan bahwa kedua korban akan karam atau tenggelam. "Sempat diinformasikan bahwa posisinya hanyut ke arah Selatan, sekitar Meukek atau Sawang," ujarnya seraya menyebut bahwa kedua korban hilang kontak pasca-hujan disertai badai yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

May Fendri menyebutkan, selain dua nelayan Labuhanhaji, sejumlah nelayan di Kecamatan Sawang juga dilaporkan hilang kontak di laut pasca-hujan. "Nelayan di Kecamatan Labuhanhaji dan di Kecamatan Sawang telah ditemukan dalam kondisi selamat setelah dibantu nelayan lainnya dan sekarang telah kembali berkumpul dengan keluarganya," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved