Breaking News:

Luar Negeri

Dampak Virus Corona, 160 Negara Tutup Sekolah, 40 Juta Anak=anak Kehilangan Pendidikan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, Selasa (4/8/2020) mengatakan pandemi virus Corona telah mengganggu sektor pendidikan.

Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen PBB Antonio Guterres 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, Selasa (4/8/2020) mengatakan pandemi virus Corona telah mengganggu sektor pendidikan.

Dia mengatakan hal menjadi terbesar dalam sejarah, dengan sekolah-sekolah ditutup di 160 negara lebih pada pertengahan Juli 2020.

Gutteres mengatakan dampak virus Corona telah yang mempengaruhi lebih dari 1 miliar siswa

Sekjen PBB juga mengatakan setidaknya 40 juta anak-anak di seluruh dunia kehilangan pendidikan pada tahun prasekolah.

Guterres memperingatkan bahwa dunia akan menghadapi bencana generasi yang dapat menyia-nyiakan potensi manusia yang tak terhingga.

Bahkan, melemahkan kemajuan selama beberapa dekade, dan memperburuk ketidaksetaraan yang sudah mengakar.

Bahkan sebelum pandemi, Guterres mengatakan, dunia menghadapi krisis belajar, dengan lebih dari 250 juta anak putus sekolah.

Disebutkan, hanya seperempat anak sekolah menengah di negara-negara berkembang keluar sekolah dengan keterampilan dasar.

Menurut proyeksi global yang mencakup 180 negara oleh badan pendidikan PBB, UNESCO dan organisasi mitra.

Sekitar 23,8 juta anak dan remaja dari tingkat pra-sekolah dasar hingga universitas berisiko putus sekolah.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved