Breaking News:

Polisi Malaysia Geledah Kantor Al Jazeera di Kuala Lumpur, Selidiki Berita ‘Nasib Pekerja Migran’

Tayangan berjudul "Terkunci saat Karantina di Malaysia", disiarkan pada 3 Juli, menyulut kecaman dari Pemerintah Malaysia

ANTARA FOTO/AGUS SETIAWAN
Koresponden Al Jazeera di Malaysia Drew Ambrose (kanan) bersama rekan sejawat dan pengacara berjalan keluar dari Kompleks Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di Bukit Aman, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (10/7/2020). Al Jazeera dipanggil polisi terkait laporan video dokumenter "Locked Up In Malaysia's Lockdown" tentang penanganan pekerja migran yang dinilai bermuatan hasutan. 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Saluran televisi Al Jazeera mengatakan kepolisian Malaysia menggeledah kantornya di Kuala Lumpur, Selasa (4/8/2020).

Penggeledahan ini terkait adanya penyelidikan terhadap isi berita yang menampilkan perlakuan pemerintah terhadap pekerja migran ilegal selama pandemi COVID-19.

Tayangan berjudul "Terkunci saat Karantina di Malaysia", disiarkan pada 3 Juli, menyulut kecaman dari Pemerintah Malaysia yang menyebut berita itu tidak akurat, menyesatkan, dan tidak berimbang.

Sejumlah organisasi pegiat hak asasi manusia menuding pemerintah mengekang kebebasan pers setelah beberapa wartawan Al Jazeera diinterogasi oleh kepolisian.

Bahkan, kepolisian menyelidiki para saksi untuk dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Komunikasi.

Kepolisian Malaysia juga menyita dua komputer dari kantor perwakilan Al Jazeera di Kuala Lumpur saat penggeledahan, demikian informasi dari Al Jazeera, media asal Qatar.

"Penggeledahan kantor dan penyitaan beberapa komputer jadi langkah pemerintah yang kian meresahkan, khususnya untuk kebebasan pers dan aksi demikian menunjukkan seberapa jauh mereka akan bertindak untuk mengintimidasi wartawan," kata Al Jazeera.

Al Jazeera mengatakan mereka tetap berpegang teguh pada pemberitaan yang telah ditayangkan dan meminta otoritas terkait menghentikan proses penyelidikan.

Kepolisian Malaysia tidak menanggapi pertanyaan terkait masalah tersebut.

Plt Gubernur Aceh Tidak Janjikan Sembako untuk Masyarakat Aceh di Malaysia

Jika Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Malaysia Bersiap Lockdown Lagi

Otoritas di Malaysia menangkap ratusan pekerja migran ilegal, di antaranya termasuk anak-anak dan pengungsi dari etnis Rohingya, setelah pemerintah memberlakukan karantina untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved