Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ilegal Fishing di Selat Melaka, 9 Nelayan Myanmar Dideportasi ke Negara Asal

Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDKP) Lampulo Banda Aceh memulangkan (deportasi) sebanyak sembilan orang nelayan asal Myanmar ke negaranya

ANTARA FOTO/Ampelsa
Petugas mengumpukan sembilan nelayan Myanmar saat persiapan untuk dideportasi di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Rabu (5/8/2020). Sebanyak 15 nelayan asal Myanmar yang ditangkap bersama tiga unit kapal berbendera Malaysia pada 2019 dan 2020 terkait kasus "illegal fishing" di Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) Selat Melaka wilayah perairan Indonesia itu, sembilan ABK di antaranya dideportasi ke nagara asalnya, sedangkan enam nelayan lainnya yang terdiri dari nakhoda dan ABK ditahan untuk proses penyidikan dan selain sebagai saksi. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDKP) Lampulo Banda Aceh memulangkan (deportasi) sebanyak sembilan orang nelayan asal Myanmar ke negaranya.

Proses pemulangan diserahkan kepada pihak Kantor Imigrasi Langsa, karena mereka ditangkap di wilayah kerja imigrasi langsa.

Kasi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Lampulo, Herno Adiyanto mengatakan, para nelayan asal Myanmar tersebut diamankan saat sedang menangkap ikan di perairan Selat Malaka, masuk wilayah teritorial Indonesia.

Hari ini dilakukan pemulangan karena proses hukumnya sudah selesai.

Para nelayan Myanmar ini ditangkap dari tiga kapal yang berbeda.

Kapal KM PKFA 7949 berbendera Malaysia dengan bobot 59,58 gross ton (GT) ditangkap pada 28 November 2019.

Update Covid-19 di Aceh - Tambah 43 Warga Aceh Positif Corona, Satu Lagi Meninggal

Dalam kapal itu terdapat Myo Sett, Zaw Win Htwe, dan Aung Myo Naing alias Thar Gyi yang kemarin dipulangkan.

KM PKFA 7949 ditangkap oleh Kapal Patroli Hiu 12 saat menangkap ikan secara ilegal di perairan Selat Malaka.

Aturan Baru Dalam Sepakbola, Sengaja Batuk Mengarah ke Pemain Lain Diberi Kartu Merah

Saat ditangkap kapal tersebut juga diketahui menggunakan pukat harimau.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved