Breaking News:

Ledakan di Beirut, Berbagai Spekulasi Muncul: Gudang Senjata hingga Serangan Udara Israel

Tudingan juga diarahkan ke Israel, disertai dengan penjelasan bahwa pemboman di pelabuhan adalah bagian dari kampanye Israel melawan Iran.

Editor: Amirullah
Kompas.com
Asap membubung setelah ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020. (Kompas.com/Karim Sokhn/Instagram/Ksokhn + Thebikekitchenbeirut/via REUTERS) 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Berbagai video dari ponsel seluler tentang ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut diprediksi memicu spekulasi tentang siapa yang berada di balik insiden itu dan mengapa.

Awalnya, muncul kabar sebuah gudang yang berisi beberapa ton kembang api yang dijadwalkan untuk digunakan dalam perayaan telah meledak.

Kemudian sumber-sumber militer resmi mengatakan gudang itu menampung bahan yang mudah terbakar atau meledak, yang lebih lanjut menetapkan bahwa itu adalah amonium nitrat, yang disimpan di gudang selama enam tahun.

Isu kemudian semakin liar ketika sebagian kalangan berspekulasi bahwa ledakan itu bukan hasil dari kecelakaan atau kelalaian, tetapi serangan teror mengingatkan pada pemboman yang mengguncang Libanon pada 1980-an, atau pemboman besar-besaran yang menewaskan Perdana Menteri Rafik Hariri pada 2005 ketika dia melakukan perjalanan dengan konvoi yang dijaga.

Artinya bahwa itu adalah pemboman yang dilakukan oleh aktor Lebanon dengan kata lain kelompok Hizbullah.

Tudingan juga diarahkan ke Israel, disertai dengan penjelasan bahwa pemboman di pelabuhan adalah bagian dari kampanye Israel melawan Iran.

Para pakar Libanon mengaitkan hal itu dengan sejumlah insiden di Iran belakangan, termasuk ancaman PM Israel kepada Hizbullah, baru-baru ini.

Sementara media Israel, Jerusalem Post, melaporkan beberapa detektif dari Aurora Intel di Twitter menemukan video yang tampak jelas seperti penyimpanan kembang api perlahan meledak dalam ledakan kecil sebelum yang besar.

Samir Madani, salah satu pendiri Tanker Trackers, mencatat bahwa dua kapal baru-baru ini tiba. Mereka adalah kapal kargo Mero Star dan Raouf H. Mereka berdua berasal dari Ukraina. Mereka bisa mengangkut sejumlah hal, termasuk kembang api.

Jerusalem Post memberitakan, pertanyaan yang diajukan sebagian orang adalah apakah ada amunisi lain di daerah itu yang menyebabkan ledakan lebih besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved