Breaking News:

KIP Susun Tahapan Pilkada 2022  

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyatakan siap melaksanakan Pilkada Aceh 2022 untuk pemilihan gubernur, wakil gubernur

For Serambinews.com
Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri. 

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyatakan siap melaksanakan Pilkada Aceh 2022 untuk pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, dan wali kota, wakil wali kota. Untuk itu, saat ini KIP Aceh mulai menyusun rancangan tahapan pilkada yang segera akan dikirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

"Rancangan tahapan sudah selesai sebenarnya, tinggal kita kirim ke KPU RI. Sebelumnya pihak KPU juga sudah meminta kepada kita. Kita hanya menyiapkan rancangan saja, sementara tahapan secara keseluruhan nanti akan disahkan atau ditetapkan oleh KPU RI," kata Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri dalam podcast bersama Serambi Indonesia, kemarin.

Adapun tahapan yang nantinya akan ditelaah oleh KPU RI adalah, pendataan pemilih, pengadaan logistik, sosialisasi, kampanye, pemungutan suara, penetapan jumlah suara, dan pelantikan kepala daerah yang terpilih. "Tahapan ini yang akan disahkan oleh KPU RI. Hari ini akan kita kirim ke sana lalu nanti kita tunggu lagi panggilan atau konfirmasi dari KPU RI," jelasnya.

Lantas, apakah KIP yakin Pilkada Aceh bisa dilaksanakan pada tahun 2022 sementara dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 menyebutkan pilkada serentak di sleuruh Indonesia akan dilakukan tahun 2024?

Samsul dan KIP Aceh beserta KIP kabupaten/kota yakin Aceh bisa melaksanakannya. Dia menegaskan, pilkada di Aceh dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2006 atau lebih dikenal dengan UUPA. Di mana dalam Pasal 65 menyebutkan gubernur, bupati, wali kota, dan wakil dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat setiap lima tahun sekali melalui pemilihan demokratis.

"Kita punya UUPA. Aceh punya undang-undang tersendiri, di dalam UUPA disebutkan bahwa gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, dan wali kota, wakil wali kota dipilih 5 tahun sekali. Dan ini sudah sejalan, pilkada kita kemarin tahun 2017, berarti tahun 2022 ini kita harus memilih kepala daerah baru," ujarnya.

KPU RI sendiri selaku lembaga penyelenggara yang hierarki dari KIP Aceh, menurut Samsul Bahri, tidak ada persoalan jika memang Aceh harus melaksanakan pilkada tahun 2022. Hanya saja pihaknya nanti akan menunggu keputusan dari Mendagri terkait hal itu. "Kita di sini sudah sepakat semua, DPRA, Pemerintah Aceh, dan kita sebagai penyelenggara sudah sepakat Pilkada Aceh tahun 2022. Kita tinggal tunggu dari Kemendagri nantinya," kata Samsul Bahri.

Sebagai bentuk keseriusan dan persiapan KIP Aceh melaksanakan Pilkada Aceh 2022, pihaknya juga telah menetapkan tanggal untuk pemungutan suara Pilkada Aceh tahun 2022, yakni pada 22 Februari 2022 (22/2/2022). "Tanggal ini sengaja kami pilih agar masyarakat mudah ingat, ya semoga tidak ada kendala apapun dan jadi kita laksanakan," ujar Samsul.

Bentuk keseriusan KIP Aceh lainnya untuk menyelenggarakan Pilkada Aceh tahun 2022 adalah mengusulkan anggaran sebesar Rp 216 miliar kepada Pemerintah Aceh. Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2022-2027. "Sudah kita usulkan, tapi hingga saat ini mereka belum memanggil kita untuk bahas bersama," pungkas Samsul Bahri.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved