Breaking News:

Berita Aceh Besar

Dewan Minta Gugus Tugas Covid Desa dan Kecamatan Diaktifkan, Ini Saran Wakil Ketua DPRK Aceh Besar

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Zulfikar Aziz SE, meminta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Besar agar..

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz SE. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Zulfikar Aziz SE, meminta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Besar agar mengaktifkan seluruh gugus tugas tingkat gampong dan Kecamatan guna mencegah penyebaran virus corona di Aceh Besar.

"Gugus Tugas Tingkat Gampong dan Kecamatan harus diaktifkan kembali secara maksimal untuk bekerja. Ini salah satu upaya untuk mendeteksi warga dan tamu keluar masuk di daerah tersebut sehingga bisa dipetakan daerah-daerah mana saja yang menjadi penyebaran virus corona," ujar Zulfikar Aziz SE kepada Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020).

Kata dia, selama ini juga ia melihat kerja gugus tugas tingkat gampong dan Kecamatan belum maksimal dalam bekerja, sehingga ini harus menjadi perhatian Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Aceh  Besar.

"Saya rasa tidak salahnya mereka harus bekerja maksimal dan mengaktifkan kembali posko-posko di gampong dan kecamatan guna mendeteksi lebih awal terhadap masyarakat yang memiliki gejala-gejala terserang penyakit virus corona (Covid-19).

Menurut Zulfikar Aziz SE,  saat ini di Aceh Besar sejak sepekan terkahir mengalami peningkatan pasien positif Covid-19 hingga mencapai 127 orang dan meninggal dunia enam orang. Ini terjadi, karena pengawasan kita di pusat keramaian seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan di pertokoan dan warung-warung serta lokasi obyek wisata masih sangat lemah. Mereka melanggar protokol kesehatan dan seolah-olah tak percaya virus corona itu ada dan nyata.

Nah, kepercayaan masyarakat sangat rendah terhadap Covid-19 ini yang harus kita tumbuhkan bagaimana cara mereka percaya dan mau mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti menjaga jarak dan sosial distancing serta memakai masker ketika keluar rumah.

Ini tentunya, kata Zulfikar Aziz SE, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dan harus terkoordinir dan terjadwal yang tentunya juga harus melibatkan peran para ulama, ustaz, para tokoh untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus corona di Aceh Besar.

Disamping, katanya, Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar hingga Gugus Tugas tingkat gampong, peran yang paling penting adalah sarana media cetak dan elektronik sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan sosial bagaimana rakyat harus mengikuti protokol kesehatan dan sejauhmana penanganan yang telah dilakukan Pemkab Aceh Besar dan apa yang harus diikuti rakyat guna memutus rantai penyebaran virus corona .

Pihaknya, sebagai Wakil rakyat, juga berharap anggaran refocusing yang digunakan untuk menangani Covid di Aceh Besar benar-benar hasilnya sesuai dengan harapan dan kita tidak menginginkan dana refocusing besar terserap, tetapi hasilnya mengecewakan.

"Dan, perlu juga transparansi terhadap anggaran refocusing yang telah digunakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak lainnya ke publik guna menghindari berbagai asumsi dari masyarakat," Ujar Zulfikar Aziz SE.(*)

Boeing-737 Kecelakaan saat Mendarat di India: Badan Pesawat Patah, 15 Orang Tewas

Kabar Gembira, 10 Agustus PT Taspen Lhokseumawe Cairkan Gaji Ke-13 Pensiun, untuk 10 Daerah di Aceh

Menara Water Leading di Sigli Dipersolek, 17 Agustus akan Dikibarkan Bendera Merah Putih

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved