Breaking News:

Mengejutkan! Kapten Ungkap Niat Busuk Majikannya, Sengaja Belokkan Kapalnya Agar Ditahan di Beirut

Kapten kapal MV Rhosus yang bertugas saat muatan 2.750 ton amonium nitrat disita otoritas pelabuhan berkata, majikan kapal rakus.

BORIS MUSINCHAK via REUTERS
Kapten kapal MV Rhosus Boris Prokoshev dan para krunya, saat menuntut pembebasan mereka dari kapal yang ditahan di pelabuhan Beirut, Lebanon, pada musim panas 2014. Foto ini diambil oleh mandor kapal, Boris Musinchak. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah fakta mengejutkan disampaikan oleh kapten kapal pengangkut 2.750 ton amonium nitrat, yang kemudian meledak di Beirut, Selasa (4/8/2020).

Dia meyakini bahwa majikannya, pemilik kapal MV Rhosus yang dipimpinnya secara sengaja membiarkan kapal tersebut ditahan di Beirut.

Banyak keputusan-keputusan dari sang majikan yang mengarah pada dugaan dari pria bernama Boris Prokoshev tersebut.

Mulai dari perubahan rute saat kapal sudah berlayar hingga seolah membiarkan para awaknya tak betah hingga akhirnya memilih untuk meninggalkan kapal tersebut begitu saja di Beirut.

Termasuk di antara trik licik dari sang pemilik kapal adalah dengan sengaja menawarkan kapten untuk menambah muatan yang nyaris mustahil dilakukan.

Bahkan tidak hanya mustahil, muatan tambahan yang tiba-tiba muncul di Beirut tersebut membuat awak kapal berpikir ulang untuk tetap menaiki kapal tersebut.

Sebab, jika muatan tersebut dinaikkan, maka satu hal yang pasti terjadi: kapal tersebut akan hancur sebelum sampai tujuan.

Muatan apa yang dimaksud? Simak uraiannya berikut ini.

 Kapten kapal MV Rhosus yang bertugas saat muatan 2.750 ton amonium nitrat disita otoritas pelabuhan berkata, majikan kapal rakus.

Kapal MV Rhosus diperintahkan memutar ke Beirut karena persoalan finansial, dan diminta mengangkut kargo tambahan demi menambal kekurangan dana.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved