Selasa, 12 Mei 2026

HYT KE 75 RI

Omzet Penjualan Bendera Merah Putih di Aceh Tamiang Turun Drastis Akibat Pandemi Covid-19

Marwan mengatakan omset penjualannya saat ini bahkan tidak mencapai separuh dari penjualan tahun lalu.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Marwan di depan bendera merah putih yang dipajangnya di Karangbaru, Aceh Tamiang, Sabtu (8/8/2020). Kebijakan meliburkan sekolah dinilainya berdampak langsung pada penurunan omset. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Transaksi penjualan bendera merah putih di Aceh Tamiang mengalami penurunan drastis pada tahun ini.

Sejumlah pedagang mengaitkan penurunan penjualan ini dengan kebijakan meliburkan sekolah dampak dari wabah Covid-19.

“Kalau tahun lalu sekolah banyak beli untuk memeriahkan Agustusan. Karena sekarang libur, ya sama sekali tidak ada pembelian,” kata Marwan, pedagang bendera merah putih di Karangbaru, Aceh Tamiang, Sabtu (8/8/2020).

Marwan mengatakan omset penjualannya saat ini bahkan tidak mencapai separuh dari penjualan tahun lalu.

Untuk bendera merah putih, pria asal Langkat, Sumatera Utara ini menyediakan tiga ukuran, masing-masing 1,5 meter, 1,2 meter dan 90 centimeter yang seluruhnya mengalami penurunan omset.

“Bayangkan saja, tahun lalu ukuran 1,5 meter ini terjual hampir seratus lembar. Sekarang ini baru 20 lembar,” ujarnya.

Liga Champions Malam Ini Barcelona vs Napoli, Laga Wajib Menang Blaugrana di Stadion Camp Nou

BNNK Aceh Selatan Apresiasi Camat Labuhanhaji, Belajar dan Kuliah Daring Didukung WiFi Gratis

Pedagang lainnya, Putra mengungkapkan penuruan omset ini juga terjadi pada atribut merah putih lainnya, seperti umbul-umbul dan aksesoris untuk kendaraan.

Dia mencontohkan saat ini baru mampu menjual bendera kecil untuk sepeda motor sebanyak 40 lembar, padahal tahun lalu bendera yang biasa dipasang di kaca spion sepeda motor ini terjual 200 lembar.

Umbul-umbul yang merupakan produk primadona tak luput sepi peminat. Bila tahun lalu terjual hingga 300 lembar lebih, tahun ini hanya 50 lembar.

“Memang masih ada sembilan hari lagi, tapi nengok kondisi seperti ini, kita pesimis bisa laku banyak,” ungkap Putra.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved