Breaking News:

Status Jalan Cot Iri-Limpok Dalam Proses Pengalihan ke Provinsi  

PARA pegiat media sosial atau medsos mengkritik Pe­merintah Kabupaten Aceh Besar terkait rusaknya jalan di lintasan Cot Iri-Limpok

HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Jubir Pemkab Aceh Besar, Syukri Rahmat SH MKn 

PARA pegiat media sosial atau medsos mengkritik Pe­merintah Kabupaten Aceh Besar terkait rusaknya jalan di lintasan Cot Iri-Limpok. Jalan alternatif tersebut memang menjadi pilihan masyarakat yang beraktifitas dari dan ke Darussalam, terutama para mahasiswa yang menimba ilmu di UIN Ar-Raniry dan Unsyiah.

Selama ini, di medsos beredar kabar seakan-akan Pemkab Aceh Besar tut­up mata dengan kerusakan tersebut. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Bupati Aceh Besar, Syukri Rahmat SH Mkn, Kamis (6/8/2020) menjelaskan, pihaknya su­dah mendengar dan melihat langsung kondisi jalan yang selama ini di keluhkan mas­yarakat.

“Ruas jalan Limpok-Cot Iri saat ini sedang dalam proses peralihan status, dari ruas jalan kabupaten menjadi ruas jalan provinsi. Sedangkan jal­ur Cot Iri-Siron sudah beralih status,” jelas Syukri.

Disebut, Pemkab Aceh Besar tidak menutup mata dengan keluhan masyarakat. Pihaknya selalu peduli den­gan aspirasi masyarakat. Begitu juga dengan masalah jalan dimaksud. Dikatakan Syukri, karena adanya perali­han status tersebut Pemkab Aceh Besar terpaksa menun­da plot anggaran untuk jalan tersebut. “Peralihan status jalan juga sudah dilakukan pada ruas lain, seperti halnya lanjutan jalan Cot Iri-Siron yag sudah berubah status menjadi ruas jalan Provinsi,” papar dia.

Ia menyebutkan, jika pros­es peralihan status tersebut selesai dalam tahun 2020 ini, maka akan dapat dipro­gramkan dengan dana APBA tahun 2021. “Tetapi jika proses tersebut belum selesai, akan kita usulkan penanganannya menggunakan APBK tahun 2021 sesuai dengan kemam­puan anggaran Pemkab Aceh Besar,” ungkap Syukri.

Karena itu, Syukri ber­harap pihak terkait cepat menuntaskan peralihan sta­tus jalan juga, karena dampa­knya bisa dirasakan langsung oleh rakyat. “Apabila sudah tuntas, tentu Pemkab Aceh Besar bisa fokus menangani jalan lain yang kondisinya juga lebih parah. Ini mengin­gat luasnya wilayah admin­istratif yang perlu diberikan perhatian oleh Pemkab Aceh Besar, ditambah lagi dengan peralihan dana APBK un­tuk penanganan covid 19,” jelasnya.

Khusus di ruas jalan Lim­pok-Cot Iri, penyebab keru­sakan lintasan tersebut, karena sering dilewati truk berbadan besar atau truk intercooler pen­gangkut material. “Seharusnya untuk kelas jalan kabupaten tidak boleh dilalui oleh truk-truk besar,” sebutnya.

Bahkan, sambung Syukri, lembaga terkait juga sudah membuat larangan melintas bagi truk besar yang memba­wa beban berat. “Himbauan itu tak digubris para supir truk dan pengusaha angkutan. Ya, akibatnya, ruas jalan itu cepat rusak,” ujar dia.(hab/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved