Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Warga Kuyun Uken Diminta Hindari Akfitas di Lokasi Munculnya Harimau

Biasanya, kawanan harimau yang memiliki anak akan mengajarkan anaknya untuk berburu. Karena itu ternak warga sering menjadi sasaran.

BKSDA/KOMPAS.COM
Kolase foto Harimau Sumatera dan bangkai sapi yang ditemukan di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Sapi tersebut diduga dimangsa Harimau Samatera. Pada Rabu (27/11/2019), ada lima ekor sapi milik warga yang dimangsa. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengimbau agar warga Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, untuk sementara waktu agar tidak melakukan akfititas di dekat lokasi adanya kawanan harimau.

Bahkan, warga diminta untuk tidak mengikat hewan ternaknya di dekat permukiman, agar tidak menjadi sasaran kawanan harimau yang sudah sejak beberapa hari terakhir dilaporkan berkeliaran di dekat pemukiman di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala.

Binatang yang dilindungi itu, dilaporkan sempat memangsa satu ekor sapi milik warga.

Seorang petugas dari BKSDA, Irman yang dihubungi Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020), mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk mengantisifasi terjadinya konflik antara warga dengan kawanan harimau tersebut.

“Kami sudah sampaikan juga ke masyarakat, untuk sementara tidak usah dulu ke kebun, terutama di area penampakan harimau,” kata Irman.

Irman menyebutkan, pada saat menerima laporan dari masyarakat tentang adanya penampakan harimau yang diperkirakan sejumlah tiga ekor, pihaknya langsung melakukan identifikasi di lokasi kejadian, termasuk mengambil titik koordinat dan dokumentasi.

“Jarak antara lokasi penampakan kawanan harimau dengan pemukiman warga, sekitar satu kilometer dan berada di kawasan hutan lindung,” sebut Irman.

Paska kejadian itu, BKSDA akan terus memantau perkembangan kawanan harimau serta berkoordinasi dengan aparat kampung setempat, untuk penanganan selanjutnya. Termasuk juga diminta kepada masyarakat di daerah itu, untuk mematuhi imbauan aparat kampung dan petugas.

“Kami tetap siaga dan memantau setiap perkembangan untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diingikan,” ujarnya.

Irman menyebutkan, berdasarkan hasil pengamatan serta pengalaman petugas dari beberapa kejadian konflik harimau dengan manusia, jika ada kawanan harimau yang memiliki anak, akan mengajarkan anaknya untuk berburu.

“Terkadang mendekat ke perkampungan karena disana ada ternak seperti sapi kambing dan lai lain. Setelah tiga hari, kawanan ini, akan pergi menjauh,” pungkasnya.(*)

Dua Hektar Lahan Kebun di Bener Meriah Terbakar, Masyarakat Sempat Dibuat Panik

Polisi Inggris Sita Ratusan Sepeda Curian, Nilainya Ratusan Juta Rupiah

Juventus Didepak Olympique Lyon dan Gagal Lolos ke Perempat Final Liga Champions

Pria Asal Bireuen Ditangkap Personel Satuan Narkoba Polresta Bersama 22 Gulung Ganja

Penulis: Mahyadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved