Breaking News:

2 Atlet Petanque Aceh Juara Dunia    

Dalam even bertajuk World Petanque Offline Cup (WPOC) 2020, dua atlet Tanah Rencong sukses tampil sebagai juara yakni Agus Maulizar, dan Novi Lidya

BANDA ACEH - Hasil mengesankan ditoreh Pengprov FOPI Aceh di kejuaraan dunia petanque di Iran pada 3-9 Agustus 2020. Dalam even bertajuk World Petanque Offline Cup (WPOC) 2020, dua atlet Tanah Rencong sukses tampil sebagai juara yakni Agus Maulizar, dan Novi Lidya Isdarianti.

Di nomor senior male standar shooting, Agus Maulizar berhasil ke luar sebagai juara. Bahkan, posisi kedua dan ketiga juga menjadi milik atlet Aceh. “Alhamdulillah, di nomor ini, kita berhasil menempatkan enam atlet di babak final. Malahan, posisi pertama hingga ketiga menjadi milik atlet kita,” ungkap Ketua Umum Pengprov FOPI Aceh, Drs Abdurrahman MKes kepada Serambi, Sabtu (8/8/2020) malam.

Adapun posisi atlet putra di nomor ini yakni Arpin Riski (2), Putra Sukma Cahyadi (3), M Muhlis Mahriza (5), Riswandi (6), dan terakhir Ali Aruansah (8). Sementara atlet Bali, I Made Krishna Dwipayana di peringkat keempat, dan Xiong Sheng Chin (Singapora) bercokol di nomor tujuh.

Keberhasilan anak-anak Aceh kembali berlanjut di nomor senior female standar shooting. Srikandi Aceh, Novi Lidya Isdarianti berhasil ke luar sebagai juara setelah menyisihkan atlet tuan rumah Iran, Singapora, dan empat kuartet dari Bali.

Masih di nomor ini, atlet putri Aceh, Rani Amelia harus puas finish di peringkat ketiga di bawah atlet Singapora. “Kecuali di nomor ini, Rani Amelia juga mampu mencatat hasil dengan berada di urutan kedelapan nomor senior female parthian shooting,” jelas Abdurrahman.

World Petanque Offline Cup (WPOC) 2020 di Iran mempertandingkan delapan nomor yakni senior male standard shooting, senior female standard shooting, senior male parthian shooting, senior females parthian shooting, junior male standard shooting, junior female standard shooting, junior male parthian shooting, dan terakhir nomor junior females parthian shooting.

Ketua Umum FOPI Aceh menambahkan, kejuaraan ini menggunakan rekaman video yang direkam dengan dua unit kamera di tempatkan di depan bola sasaran, dan di belakang pemain. Hasil rekaman ke-2 unit kamera tersebut kemudian dikirim ke panitia pelaksana. “Video yang dikirim kemudian dinilai oleh juri mengenai kualitas keaslian, dan tidak ada unsur editan,” jelas Abdurrahman yang juga dosen FKIP jurusan Olahraga Unsyiah.

Peserta kejuaraan dunia ini terbuka untuk umum dan didaftarkan oleh organisasi olahraga petanque tiap negara. Indonesia mendaftarkan atletnya yang berasal dari DKI Jakarta, Aceh, Bali, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Jumlah atlet yang menjadi tim Indonesia di kejuaraan tersebut sebanyak 42 orang atlet putra senior, (29 atlet putri senior), serta dua atlet junior Putra. Sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 63 orang.

Petanque merupakan debutan cabang olahraga di Provinsi Aceh. Akan tetapi, mereka terhitung sarat prestasi. Bukan hanya di kejuaraan tanah air, mereka berulangkali berhasil merebut prestasi di luar negeri.

Seiring dengan menanjaknya prestasi, dua atlet FOPI Aceh dipanggil timnas Indonesia untuk bertanding di Sea Games 2019 di Manila, Filipina. Kedua atlet itu Rani Amelia dan Masykur. Mereka juga diberikan kesempatan untuk menjalani pemusatan latihan di Paris, Perancis.

Meski masih berusia muda, Kontingen Petanque Aceh sukses menjadi juara umum pada ajang Pra-PON yang digelar di Jakarta pada 2019. Kepastian tersebut diperoleh setelah mendulang tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu. Capaian tersebut melampaui target. Saat itu, dengan kekuatan 13 orang atlet putra dan putri, FOPI Aceh menargetkan dua medali emas.

Tiga medali emas yang diraih Tim Petanque Aceh dipersembahkan oleh Rani Amelia (single women), Novi Lidya Isdarianti dan Rani Amelia (double women), Novi Lidya Isdarianti, Rani Amelia, dan Agus Maulizar (triple mix women).

Sementara medali perak oleh Agus Maulizar (shooting man) dan perunggu di nomor triple man oleh Ali Aruansah, Ilyas, Masykur dan Agus Maulizar. Dengan capaian medali tersebut, Tim Pra-PON Petanque Aceh menempatkan diri pada urutan pertama dari 25 provinsi yang ikut berlaga di Lapangan UNJ Jakarta.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved