Breaking News:

Warga Butuh Jembatan Kuala Bagok-Teupin Pukat

Pasca ambruk karena rapuh pada 3 Maret 2020 lalu, hingga kini jembatan penghubung Gampong Kuala Bagok dengan Gampong Teupin Pukat

Kiriman Mai Munzir
Pasca ambruk karena rapuh 3 Maret 2020 lalu, hingga kini jembatan penghubung Gampong Kuala Bagok, dengan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur belum dibangun kembali. Foto Kiriman Mai Munzir 

IDI - Pasca ambruk karena rapuh pada 3 Maret 2020 lalu, hingga kini jembatan penghubung Gampong Kuala Bagok dengan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur belum dibangun kembali.

Mukim Kuta Bagok, Isfanni alias Waled kepada Serambi Sabtu (8/8/2020) mengatakan, Kadis PUPR Aceh Timur sudah meninjau jembatan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan sepanjang 50 meter itu.

Isfanni mengatakan, jembatan ini menjadi lintasan jalan nasional pada masa lalu. Tapi saat ini jalan nasional sudah dialihkan sehingga jembatan ini hanya berfungsi menghubungkan dua desa yaitu Desa Kuala Bagok dan Desa Teupin Pukat.

Meski jembatan sudah ambruk dan belum dibangun, tidak ada desa yang terisolir karena baik Desa Kuala Bagok dan Teupin Pukat bisa diakses dari jalan nasional Banda Aceh-Medan saat ini.

Namun demikian, ungkap Isfanni, masyarakat tetap berharap jembatan ini dibangun kembali walau hanya lebar dua meter agar bisa diakses warga dari kedua gampong untuk memudahkan anak-anak pergi ke sekolah dan memudahkan nelayan menuju TPI yang ada di Teupin Pukat, dan berbagai kepentingan lainnya.

Sebelumnya jembatan leger besi dan lantai papan ini ambruk Sabtu (3/3/2020) malam, setelah dilintasi mobil panther pick up membawa rombongan usai tahlilan di Gampong Teupin Pukat.

Saat mobil melintasi jembatan leger jembatan patah sehingga mobil panther dan rombongan tercebur dalam sungai namun semua penumpangnya selamat. (c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved