Breaking News:

Ekspor Cangkang Sawit Perlu Ditingkatkan

Pekan lalu, PT Sultana Biomas mengekspor perdana sebanyak 7.060 metrik ton (MT) cangkang sawit asal Aceh ke Jepang melalui Pelabuhan Kuala Langsa

SERAMBI/JAFARUDDIN
Kapal pengangkut minyak kelapa sawit Aceh sandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara untuk diekspor ke India, Selasa (12/11/2019). 

BANDA ACEH - Pekan lalu, PT Sultana Biomas mengekspor perdana sebanyak 7.060 metrik ton (MT) cangkang sawit asal Aceh ke Jepang melalui Pelabuhan Kuala Langsa. Ekspor tersebut berdampak positif, terlebih di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Abdul Hanan mengatakan, Aceh memiliki potensi besar menjadi daerah pengekspor cangkang sawit, karena memiliki lahan tanaman sawit yang sangat luas., yaitu mencapai 240.365 hektare  dengan tingkat produksi 410.415 ton/tahun.

“Dengan areal seluas itu. peluang Aceh untuk menjadi daerah pengekspor cangkang kelapa sawit sangat besar,” tandasnya.

Hanan mengapresasi ekspor cangkang kelapa sawit oleh PT Sultana Biomas ke Jepang, di tengah situasi pandemi Covid-19. Karena aktivitas ekspor tersebut berdampak baik. Tidak saja menghidupkan aktivitas pelabuhan, tapi terserapkan tenaga kerja.

Namun begitu Hanan berharap, ekspor cangkang sawit tersebut tidak saja terbatas hanya ke Jepang. Tapi harus diperluas ke negara-negara lainnya, baik di Asia, Eropa, bahkan Amerika dan Afrika. “Peluang itu perlu terus ditingkatkan. Apalagi produksi sawit Aceh sangat tinggi,” ungkapnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved