Breaking News:

Jurnalisme Warga

Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Tanam Ganja

HAMPIR tidak ada bulan, minggu, bahkan hari tanpa pemberitaan tentang ganja di Aceh, ganja adalah psikotropika yang mengandung

For Serambinews.com
HASNANDA PUTRA, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh 

OLEH HASNANDA PUTRA, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

HAMPIR tidak ada bulan, minggu, bahkan hari tanpa pemberitaan tentang ganja di Aceh. Ganja adalah psikotropika yang mengandung  tetrahidrokanabinol dan kanabidiol  yang membuat pemakainya mengalami euforia. Badan Narkotika Nasional (BNN) tak henti-hentinya menyampaikan kepada warga agar berhenti meanam ganja (bakong ijo) dan memilih tanaman produktif  lainnya. Alih fungsi lahan telah dilakukan BNN melalui program alternative development di tiga daerah, yaitu Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues.

Di tiga wilayah sentral tersebut, terdapat 5.774 petani ganja yang beralih menjadi petani tanaman komoditas dari 11.310 hektare (ha) lahan ganja yang dialihfungsikan menjadi lahan produktif.

Namun, hal ini belumlah cukup. Keterbatasan cakupan wilayah intervensi program menjadi ruang kosong yang terus dimanfaatkan bandar untuk merayu warga agar kembali tanam ganja.

Baru-baru ini, (15/7/2020),  BNN berhasil mengungkap adanya penanaman ganja di Aceh Besar. Ladang seluas 1,5 ha ini terletak di Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Dipimpin langsung oleh Direktur Narkotika Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin M Hutabarat, BNN bersama unsur terkait lainnya segera melakukan pemusnahan ladang ganja.

Tanaman ganja yang berhasil dimusnahkan itu sekitar 60.000 batang dengan tinggi tanaman yang variatif, 100 sampai dengan 260 cm, dan kerapatan tanaman empat batang per meter persegi.

Sepanjang tahun 2020, ladang ganja ini merupakan titik keempat yang berhasil ditemukan Tim BNN. Sedangkan tahun sebelumnya BNN berhasil temukan sebelas titik ladang ganja.

Motif tanam ganja

Pandemi Covid-19 ternyata sangat berpengaruh pada pergerakan pemberantasan BNN, sebagaimana diakui Direktur Narkotika Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin M Hutabarat, saat memimpin pemusnahan ladang ganja di Aceh Besar (Rabu, 15/7/2020).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved