Masyarakat Minta Perketat Perbatasan
Ketua Komunitas Warga Aceh Singkil Lintas Sektor dan Generasi (Kowas-LSG), dr H Syahyuril meminta Pemkab Singkil memperketat pemeriksaan
SINGKIL - Ketua Komunitas Warga Aceh Singkil Lintas Sektor dan Generasi (Kowas-LSG), dr H Syahyuril meminta Pemkab Singkil memperketat pemeriksaan di perbatasan terhadap orang yang masuk. Permintaan itu terkait bertambahnya jumlah warga Aceh Singkil yang dinyatakan positif Covid-19 baru-baru ini.
Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. "Pengetatan pemeriksaan dan penerapan protokol kesehatan juga dilakukan terhadap setiap wisatawan di objek wisata," kata Syahyuril, Senin (10/8/2020).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Malim Dewa menyatakan sesuai instruksi Bupati, pihaknya menempatkan pos pemeriksaan di empat titik. Masing-masing di perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara di Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, perbatasan Aceh Singkil dengan Subulussalam di Kecamatan Suro, dan dua titik lagi di Dermaga Jembatan Tinggi Pulo Sarok dan Pelabuhan Penyebrangan Feri.
"Pendirian pos masih dalam proses, yang di Jembatan Tinggi sedang didirikan. Untuk petugasnya kami sedang koordinasi," kata Malim Dewa.
Untuk diketahui, empat warga Aceh Singkil dinyatakan positif Covid-19. Dua di antaranya merupakan dokter yang sedang mengambil program spesialis di Banda Aceh, yaitu RK dan G. Terbaru pasangan suami istri A (45) laki-laki dan S (43) perempuan PNS instansi vertikal penduduk Singkil.
Pemkab Aceh Singkil, telah melakukan tracking terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien. Kemudian melakukan swab lendir tenggorokan dan hidung untuk diuji di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh.
Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Selatan bertambah sebanyak delapan orang. Sehingga total kasus yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Selatan hingga Senin (10/8/2020) mencapai 35 orang.
Dari delapan orang yang positif Covid-19, enam di antaranya laki-laki masing-masing berinial S (46), D (25), T (42), R (24), G (12), dan M (5). Sedangkan dua orang lagi perempuan berinisial A (35) dan N (46).
Mereka sebelumnya kontak erat dengan 9 pasien yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Selatan. "Delapan baru. 1 swab kedua," kata Direktur RSUD-YA Tapaktuan, dr Erizaldi MKes SpOG, Senin (10/8/2020).
Untuk diketahui, sampel swab mereka ini diambil 1 Agustus 2020, lalu dikirim ke Balitbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar. Karena Balitbangkes Aceh sedang kehabisan barang habis pakai (BHP), pemeriksaan spesimen terkendala.
Hingga akhirnya sampel swab dimaksud dikirim ke Balitbangkes Jakarta untuk diperiksa dengan metode RT-PCR. Ada sekitar 100 lebih sampel swab dari Aceh Selatan yang dikirim ke Balitbangkes Jakarta beberapa waktu lalu. Dari 100 lebih itu, sebanyak 8 orang yang keluar hasilnya positif Covid-19.(de/tz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-aceh-singkil-launching-ruang-rawat-isolasi-corona.jpg)