Breaking News:

Salam

Mestinya Semua Daerah Membuat Qanun Prokes

Kita sangat mengapresiasi langkah Pemkab Nagan Raya yang sudah mulai menyiapkan qanun tentang protokol kesehatan (Prokes)

FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman saat membuka acara sosialisasi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 untuk sektor perhotelan 

Kita sangat mengapresiasi langkah Pemkab Nagan Raya yang sudah mulai menyiapkan qanun tentang protokol kesehatan (Prokes). Qanun tersebut selain mengatur kewajiban warga mematuhi protokol kesehatan juga mengatur sanksi bagi siapa saja yang melanggar qanun yang dibuat untuk memutus matarantai penularan virus Corona itu.

Drs Ika Suhannas, anggota Gugus Tugas Penanganan Covid‑19 kabupaten setempat mengungkapkan, wacana melahirkan qanun sudah dibahas dalam beberapa kali pertemuan. Tentu ke depan akan dibawa ke forum termasuk membahas ke DPRK. Qanun dimaksud diharapkan menjadi sebuah peraturan di Nagan Raya dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid‑19. "Tentu dalam qanun akan mengatur semua yang menjadi keharusan serta ancaman sanksi bagi yang melanggar," katanya.

Namun, untuk jangka pendek ini, pemerintah dan lembaga terkait hanya bisa mengajak warga mematuhi protokol kesehatan melalui kegiatan sosialisasi. Diakuinya, selama ini banyak warga yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak di tempat‑tempat umum.  Padahal protokol kesehatan diterapkan untuk pencegahan Covid‑19.

Bukan hanya itu, tentangan pemerintah sekarang yang paling mencemaskan adalah ketidakpercayaan masyarakat tentang adanya Corona. Tantangan lainnya seperti diterima seorang dokter di kabupaten tersebut. Adalah Dokter Edi Hidayat SpPD, dokter gugus tugas penanganan Covid‑19 Pemkab Nagan Raya, mendapat teror terkait penanganan pasien Covid‑19.

Seorang anggota keluarga pasien Covid‑19 menyatakan tak percaya pada hasil swab yang menyebut anggota keluarganya positif terinfeksi Corona. "Penelepon itu tidak terima hasil swab keluarganya yang positif," katanya.

Dokter Edi mengaku tidak nyaman bertugas, padahal apa yang ditangani dokter dan petugas kesehatan sudah melalui prosedur penanganan Covid‑19. "Masyarakat jangan menghujat pemerintah, kita bekerja siang malam untuk memutuskan rantai penularan," katanya.

Seperti sudah kita katakan di awal bahwa langkah Pemkab Nagan Raya membuat qanun protokol kesehatan sangat kita apresiasi. Sebab, di tengah ketiadaan obat pengakal virus Corona, maka langkah paling efektif bagi kita semua adalah berdisiplin terhadap protokol kesehatan.

Beberapa waktu lalu, Ketua MPR‑RI Bambang Soesatyo mengatakan protokol kesehatan patut dipahami sebagai upaya bersama mewujudkan kepastian baru. Sebab, dengan kepatuhan mutlak pada protokol kesehatan di era pola hidup baru (new normal), menjadi landasan atau jalan keluar bersama dari resesi ekonomi. Sebaliknya, ketidakpatuhan pada protokol kesehatan hanya berujung pada ketidakpastian yang berkepanjangan.

Ketidakpastian akibat pandemi Covid‑19 sekarang ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi global negatif. Semua negara, termasuk Indonesia, merasakan langsung ekses dari ketidakpastian itu.

Demikian dahsyatnya ekses itu, sehingga tidak kurang 100 negara telah mengajukan bantuan darurat kepada Dana Moneter Internasioanl (IMF). Bahkan, IMF menggambarkan perekonomian global 2020 sebagai krisis terburuk sejak Great Depression dekade 30‑an, karena nyata‑nyata berada di jalur kontraksi yang signifikan.

Semua orang akhirnya harus sampai pada satu kesimpulan bahwa badai pandemi Covid‑19 bisa menjadi perangkap yang mengancam kehidupan. Praktis dalam enam bulan terakhir, hampir semua orang di berbagai belahan bumi harus menjalani hidup dengan rasa takut.

Semua yang sebelumnya bagus atau indah, kini hilang atau berubah menjadi buruk. Bahkan semua orang nyaris tidak produktif. Karena ketidakpastian yang durasinya belum bisa dihitung, banyak orang menjadi ragu atau takut berinisiatif.

Situasi seperti sekarang tentu saja tak bisa dibiarkan berlarut‑larut. Harus ada keberanian dan upaya untuk membalik keadaan atau ketidakpastian itu. Karenanya, lahirlah gagasan atau inisiati new normal atau pola hidup baru yang intinya adalah berdisiplin pada ada protokol kesehatan. Untuk membiasakan masyarakat disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, kelihatannya sangat sulit dengan imbauan‑imbauan. Makanya harus Qanun untuk memaksanya. Setiap orang yang tak disiplin akan dinyatakan melanggar qanun dan bisa dikenakan sanksi. Semoga juga kabupaten/kota lainnya membuat qanun tentang itu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved