Breaking News:

Jurnalisme Warga

Tren Seminar Online Masa Pandemi Corona

Perekonomian masyarakat pun terguncang hebat, sebagai salah satu bentuk jaring pengaman sosial untuk merespons serangan Covid-19 tersebut

Tren Seminar Online Masa Pandemi Corona
IST
ZULKIFLI, M.Kom., Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen

OLEH  ZULKIFLI, M.Kom., Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen

EKSES mewabahnya virus corona saat ini membuat berbagai aktivitas seakan terhenti mendadak. Perekonomian masyarakat pun terguncang hebat. Sebagai salah satu bentuk jaring pengaman sosial untuk merespons serangan Covid-19 tersebut, pemerintah kemudian menggulirkan berbagai bantuan dan regulasi, semata-mata sebagai upaya untuk mengatasi agar kehidupan masyarakat tidak macet total.

Agar proses kehidupan tetap normal dan produktif, masyarakat dituntut melakukan berbagai hal melalui aneka program, inovasi, dan kreativitas. Pemerintah maupun nonpemerintah terus berusaha mencurahkan segenap tenaga dan pikiran guna mengempang dan mencegah berbagai kemungkinan buruk, akibat merebaknya penularan virus yang mematikan ini.

Di masa Covid ini, dalam bergerak untuk melakukan aktivitas, masyarakat banyak yang terkendala. Ruang gerak jadi  terbatas. Sebagai salah satu solusinya: aktivitas seminar online atau lebih populer dengan istilah webinar dan zoominar, bermunculan di sana-sini, bak cendawan di musim hujan. Seminar model ini menjadi sangat tren pada masa pandemi Covid-19.

Berbagai pihak, baik pemerintah, nonpemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai komunitas lainnya seakan berlomba untuk menggelar seminar dan diskusi berbasis internet. Ini karena, untuk melakukan seminar atau workshop seperti pada kondisi normal, tentunya tidak memungkinkan karena adanya imbauan untuk tidak adanya kerumunan masyarakat dalam jumlah banyak.

Meski demikian, situasi mewabahnya pandemi corona bukan satu halangan bagi anak-anak milenial dan masyarakat lainnya untuk berkreativitas dan berinovasi melakukan aktivitas. Ini bahkan menjadi satu tantangan bagi mereka dalam melakukan aktivitas dengan berbagai inovasi dan kreasi di tengah pandemi.

Pada 27 Juli 2020 lalu misalnya, generasi muda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Karang Taruna Kabupaten Bireuen bekerja sama dengan Bank Aceh Cabang Bireuen juga tidak ketinggalan menggelar seminar online dengan tema "Tantangan dan Peluang Bisnis Milenial di Tengah Badai corona".

Kegiatan ini patut kita apresiasi, di tengah berbagai keterbatasan dalam pergerakan dan kecemasan, karena situasi perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat mewabahnya virus corona,  generasi muda dalam wadah Karang Taruna Bireuen, bangun memutar otak, mencari terobosan, untuk melahirkan inovasi dan kreativitas agar dapat membantu, minimal dapat memberikan perhatian dan beberapa  pemikiran kepada pelaku usaha, khususnya kalangan generasi milenial.

Alhamdulilah, banyak kaum milenial yang menjadi peserta, terdiri atas anak muda berumur 18-35 tahun, sudah membuka usaha mandiri,  berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Seminar itu menghadirkan pelaku usaha dari kalangan milenial Bireuen, seperti Muhammad Noval, owner kedai Thai Tea Otentic Bireuen. Pada kesempatan itu ia menyampaikan  untuk suksesnya usaha banyak dipengaruhi oleh sikap disiplin, ketekunan, dan pengorbanan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved