Breaking News:

Opini

Bank Syariah Perlu Sokongan Ulama  

Ulama merupakan tokoh karismatik yang selalu memberikan pencerahan dan tauladan bagi umat agar hidup sukses dunia dan akhirat

Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh Aceh 

Oleh Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh Aceh

Ulama merupakan tokoh karismatik yang selalu memberikan pencerahan dan tauladan bagi umat agar hidup sukses dunia dan akhirat. Peran yang cukup mulia tersebut, membuat para ulama selalu dihormati serta dicintai oleh umat. Dengan ilmu yang diperolehnya ia selalu berdakwah serta berusaha untuk dapat mengaplikasikan kabajikan dalam kehidupan nyata agar memperoleh keberkahan.

Posisi yang sangat strategis dalam menuntun umatnya kepada kebajikan membuat semua pihak sangat mendambakan kehadirannya dalam setiap aktivitas. Bahkan banyak pihak merasakan belum sempurna ibadahnya apabila belum memperoleh restu dari pimpinan rohaniawan tersebut. Sehingga tidak salah bila sering kita melihat, para politikus ketika akan melangkahkan kakinya dalam kancah pertarungan politik sering meminta dukungan dan restu dari para ulama.

Fakta di lapangan memperlihatkan secara signifikan bahwa bagi mereka yang memperoleh restu dari alim ulama banyak yang tersampaikan niatannya untuk memperoleh dukungan khalayak. Sehingga sudah menjadi tradisi, apabila ada berbagai kegiatan para pihak selalu berusaha untuk memperoleh legitimasi serta dukungan dari para ulama. Posisi yang strategis tersebut, seharusnya para ulama dapat berbuat banyak dalam menentukan arah kebijakan serta program nyata dalam kehidupan masyarakat.

Sokongan ulama terhadap perbankan syariah seharusnya lebih besar dibandingkan dukungan kepada politisi dalam mengumpulkan pundi-pundi suara untuk menduduki jabatan publik. Dimana perbankan syariah yang dengan nyata berjibaku dengan iklas dalam membangun ekonomi umat dengan jujur dan transparan. Konsep yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW tersebut terbukti dengan nyata dapat meningkatkan kesejahteraan yang sustainable.

Garansi untuk keberlangsungan perbankan syariah di Aceh dari ulama tidak hanya sebagai dewan syariah, namun dukungan nyata dalam memproteksi terhadap virus ketamakan yang berlebihan dari masyarakat yang belum paham terhadap pentingnya bertransaksi secara syar'i sangat perlu ditegaskan oleh ulama kita.

Sesuai dengan Qanun Aceh Pasal 21 ayat 1 Tentang Pokok-Pokok Syariat Islam Nomor 8 Tahun 2014 menyatakan Lembaga Keuangan yang akan beroperasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah. Sehingga semua perbankan yang beroperasi di Aceh sudah menyatakan dirinya siap untuk melaksanakan qanun tersebut dan pada tahun 2021 seluruh perbankan konvensional sudah dapat dikonversikan kepada bank syariah. Bahkan secara resmi mereka menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah untuk pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di bumi serambi mekah ini.

Semua ulama dari berbagai mazhab tidak ada khilafiah dengan tegas menyatakan bahwa sistem konvensional yang menghambakan diri pada mekanisme bunga bank merupakan dosa besar. Bahkan ada yang menyatakan lebih besar dosanya dibandingkan orang yang berzina dengan ibunya (pekerjaan yang sangat terlaknat).

Namun, tetap saja ada kalangan yang terjebak terhadap logika yang selalu dihembus oleh rayuan setan, seolah-olah bila tidak mempraktekkan mekanisme riba dengan pola membungakan uang seolah-olah manusia akan miskin. Padahal, semua manusia sudah ditetapkan  rezekinya oleh Allah SWT dan bahkan belum mati seorang manusia apabila rezeki yang ditetapkan untuknya belum lengkap diterimanya.

Keinginan untuk hijrah dari sistem perbankan ribawi yang memang dimurkai oleh Allah SWT kepada sistem syariah yang sangat didambakan oleh umat Muslim untuk memperoleh keberkahan dalam transaksi perekonomian hingga saat ini berjalan dengan baik. Umat beriman yang berada di Aceh khususnya menyadari betul bahwa kaum kafir yang dibantu oleh golongan munafiq tidak akan senang dan pasti akan selalu berusaha untuk menggagalkan setiap program yang dapat meningkatkan ketaqwaan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved