Breaking News:

Haba Agraria Aceh

15 Tahun Damai Aceh, BPN Aceh Siapkan Sertifikat untuk eks Kombatan GAM

MoU itu berisikan komitmen kedua belah pihak untuk penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat

Dok BPN Aceh
Pada Peringatan 15 Tahun Hari Damai Aceh, 15 Agustus 2020 yang diselenggarakan di Meuligoe Wali Nanggroe, dilaksanakan penyerahan sertifikat untuk eks kombatan di Kabupaten Aceh Utara dengan total sertifikat yang dibagikan adalah 37 bidang tanah 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Konflik bersenjata yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu, telah menyisakan berbagai catatan kelam baik itu kehilangan, kerusakan dan kehancuran yang kemudian menjadi tuntutan baru pemulihan pasca konflik secara politik dan ekonomi.

Konflik berkepanjangan berakhir dengan ditandatanganinya perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka yang dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 15 Agustus 2005.

MoU itu berisikan komitmen kedua belah pihak untuk penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat.

Cut Laila Ditemukan Meninggal di Krueng Meureubo, Korban Melompat Saat Suami Ikat Boat

Pada Peringatan 15 Tahun Hari Damai Aceh, 15 Agustus 2020 yang diselenggarakan di Meuligoe Wali Nanggroe, dilaksanakan penyerahan sertifikat untuk eks kombatan di Kabupaten Aceh Utara dengan total sertifikat yang dibagikan adalah 37 bidang tanah
Pada Peringatan 15 Tahun Hari Damai Aceh, 15 Agustus 2020 yang diselenggarakan di Meuligoe Wali Nanggroe, dilaksanakan penyerahan sertifikat untuk eks kombatan di Kabupaten Aceh Utara dengan total sertifikat yang dibagikan adalah 37 bidang tanah (Dok BPN Aceh)

Dalam MoU Helsinki terdapat perjanjian-perjanjian yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak demi menjaga perdamaian di Aceh, salah satunya yaitu pada point 3.2.5 yang berbunyi:

“Pemerintah RI akan mengalokasikan tanah pertanian dan dana yang memadai kepada Pemerintah Aceh dengan tujuan untuk memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM ke dalam masyarakat dan kompensasi bagi tahanan politik dan kalangan sipil yang terkena dampak. Pemerintah Aceh akan memanfaatkan tanah dan dana sebagai berikut:

1) Semua mantan pasukan GAM akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila mereka tidak mampu bekerja.

2) Semua tahanan politik yang memperoleh amnesti akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja.

3) Semua rakyat sipil yang dapat menunjukkan kerugian yang jelas akibat konflik akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja."

Dukung Upaya Pencegahan Penularan Corona, Presenter KompasTV Pakai Masker Sebelum dan Sesudah Siaran

Pada Peringatan 15 Tahun Hari Damai Aceh, 15 Agustus 2020 yang diselenggarakan di Meuligoe Wali Nanggroe, dilaksanakan penyerahan sertifikat untuk eks kombatan di Kabupaten Aceh Utara dengan total sertifikat yang dibagikan adalah 37 bidang tanah. Hal ini sesuai dengan SK Bupati No.523/33/2020 tentang penetapan objek dan subjek penerima TORA.

GTRA Provinsi Aceh telah melaksanakan pembagian sertifikat Redistribusi tanah bagi masyarakat dari kalangan mantan pasukan GAM, tapol amnesti dan korban konflik, yaitu 100 bidang di Pidie Jaya, 93 bidang di Aceh Timur dan 37 bidang tanah di Aceh Utara dengan pemberdayaan masyarakat yang direncanakan berupa penyaluran bantuan bibit kopi dan jernang.

Redistribusi tanah Aceh Utara yang sertifikatnya dibagikan berlokasi di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang.

Ibu-ibu Bersama Warga Segel Kantor Keuchik Suak Pante Breuh di Aceh Barat, Ini Tuntutannya

Penyediaan tanah pertanian dengan alokasi perorangnya mendapatkan tanah seluas 2 (dua) hektar merupakan bukti penyelesaian konflik Aceh yang berkepanjangan.

Program sertifikasi tanah mantan kombatan GAM, tahanan politik yang mendapat amnesti dan korban konflik akan dilaksanakan diseluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh dalam jangka waktu lima tahun hingga tahun 2025 sesuai dengan potensi tanah objek Reforma Agraria.(*)

Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved