Breaking News:

Pengungsi Rohingya Dirapid Test    

Puluhan pengungsi Rohingya kembali menjalani rapid test Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, Gampong Meunasah Mee

SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Puluhan pengungsi Rohingya kembali menjalani rapid test Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (13/8/2020). 

LHOKSEUMAWE – Puluhan pengungsi Rohingya kembali menjalani rapid test Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (13/8/2020).

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara Dompet Dhuafa Aceh dengan Tokopedia Salam. Bagi imigran Rohingya, ini merupakan rapid test untuk kedua kalinya. Sebelumnya, mereka juga pernah dirapid test saat masih ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumae. Kala itu, hasil rapid test mereka nonreaktif.

Pejabat Sementara Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Ns Rizki Fauzan kepada Serambi, Jumat (14/8/2020), menyatakan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya mendeteksi awal penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini, penyebaran Covid-19 di Provinsi Aceh semakin meluas.

Rapid test ini dilakukan oleh dua relawan medis dari Dompet Dhuafa Aceh, yaitu dr Humaira dan dr Rajab. Di mana hasilnya non reaktif. "Rapid test sebagai deteksi awal dalam upaya menghambat penyebaran virus tersebut. Tapi, alhamdulillah, hasil yang kita lakukan menunjukan bahwa semua pengungsi nonreaktif Covid-19,” kata Rizki Fauzan.

Pada kesempatan itu, Ns Rizki Fauzan mengharapkan kepada imigran Rohingya, pengunjung, relawan serta masyarakat supaya senantiasa tetap mematuhi protokol kesehatan. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun, pakai masker saat di luar rumah, dan menghindari kerumunan atau keramaian. Sehingga, mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Selain itu,  tambah Fauzan, rapid tes ini juga dilakukan untuk beberapa relawan seperti Yayasan Geutanyo, UNHCR, dan IOM. Hal ini harus dilakukan karena selama ini mereka juga sering membaur di lokasi kamp pengungsian. “Jadi untuk menjaga kenyamanan bersama, maka selain pengungsi Rohingnya, relawan NGO juga kita lakukan rapid test,” katanya.

Ditambahkan, saat rapid test berlangsung juga didampingi para mitra kerja dari Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, MDMC, dan Satgas Penangulangan Pengungsi Rohingya. Sehingga, kehadiran mitra kerja membuat kegiataan tersebut berlangsung lancar tanpa ada kendala apapun.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (25/6/2020) lalu, sebanyak 98 imigran Rohingya juga sudah dilakukan pengambilan sampel darah untuk dirapid test oleh tim Medis dari Kabupaten Aceh Utara. Di mana kala itu, mereka masih ditampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe. Hasil dari rapid test, semua pengungsi tersebut non reaktif.

Perwakilan UNHCR Jakarta bersilaturrahmi dengan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia, Ann Maymann menyatakan, dalam pertemuan ini pihaknya siap memberikan dukungan bantuan kemanusian kepada pengungsi yang berada di Lhokseumawe melalui NGO nasional maupun lokal.

Selain itu, pertemuan keduanya juga membahas peran Pemko khususnya menyangkut penangan Rohingya di Lhokseumawe. "Saya berterima kasih atas respon baik dari pemerintah dan masyarakat khususnya di Aceh Utara dan Lhokseumawe untuk membantu kebutuhan kemanusiaan dan setuju kebijakan pemerintah untuk saling bertanggungjawab," jelasnya.

Sementara Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya, Ridwan Djalil yang juga selaku Kadis Sosial Kota Lhokseumawe mengaku, pertemuan antara Wali Kota dengan pihak perwakilan UNHCR Jakarta untuk membahas menyangkut penangan Rohingya di masa yang akan datang.

“Wali Kota Lhokseumawe meminta pihak UNHCR agar ke depan lebih berperan dalam program kegiatan atau konsep yang bersifat pemberdayaan kepada imigran Rohingya seperti menyangkut dengan kegiatan pembekalan mekanik, las, menjahit, peternankan, dan pertanian,” kata Ridwan Djalil. (zak/bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved