Breaking News:

Mendagri Ajak Solidaritas PDPKMI Sosialisasi Protokol Kesehatan, Plot APBD Untuk Kesehatan Rendah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Asosiasi Tenaga Kesehatan melakukan mensosialisasi protokol kesehatan yang benar..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Asosiasi Tenaga Kesehatan  melakukan  mensosialisasi protokol kesehatan yang benar untuk instansi pemerintah dan swasta.

Terutama, Puskesmas agar  mengambil peran signifikan dalam penanganan covid-19, sebagai wadah yang mudah dijangkau masyarakat.

"Kita sangat berharap banyak dalam penanganan pandemi covid-19 ini Puskesmas mengambil bagian penting, baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka pengobatan kuratif dalam konteks preventif.  Saya sangat berharap banyak juga pelaksanaan protokol atau kepatuhan protokol covid-19," ujarnya dalam video conference dengan  Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Puskesmas Indonesia (PDPKMI) dan Docquity pada kegiatan Launching PDPKMI di Ruang Rapat Mendagri Gedung A Lantai 2, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020).

Selain itu, Mendagri juga menyebutkan bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kesehatan masih rendah, belum mencapai 10 persen.

"Nah, kami melihat bahwa di daerah,  sebagian besar provinsi APBD, yang dialokasikan untuk kesehatan rata-rata adalah 9,24 persen. Belum mencapai 10 persen," terangnya.

Mendagri: Jihad bukan Saja Netralisis Kekerasan dan Terorisme,Tapi juga Penerapan Protokol Kesehatan

Bupati Dulmusrid Masih Jalani Isolasi, Wabup Sazali Jadi Inspektur Upacara HUT RI di Aceh Singkil

Oleh sebab itu, Mendagri akan terus mendorong agar alokasi APBD di tingkat pemerintahan daerah harus di atas 10 persen untuk kesehatan.

"Kami akan terus berusaha untuk mendorong agar para kepala daerah untuk mengalokasikan APBD di atas 10 persen untuk bidang kesehatan dan lebih dari itu mengamati satu persatu, apakah benar-benar APBD itu sudah delivered, artinya betul-betul bermanfaat untuk meningkatkan sistem kesehatan, baik itu peralatan  infrastruktur, maupun kemampuan tenaga kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri sebagai nara sumber mengucapkan apresiasinya dan mengakui akan mendukung program-program PDPKMI, terutama dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan yang lebih baik terhadap masyarakat.

"Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi kami bagi Mendagri untuk peningkatan kemampuan - kemampuan dan kapasitas - kapasitas tersebut," imbuhnya.

Mendagri mengingatkan bahwa perubahan perilaku tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya solidaritas bersama untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.

"Ini tidak akan bisa dikerjakan oleh satu unsur termasuk oleh pemerintah sendiri, harus melibatkan Pemerintah Pusat, pemerintah daerah dengan semua jaringannya, TNI/Polri, jaringan pemerintahan dan juga semua unsur non-pemerintah," tuturnya.(*)

Viral Video Seorang Pria Dipatuk Angsa Saat Antar Pesanan, Istrinya Sebut Angsa Tak Ada Kerjaan

Sehari 45 Orang Bertambah Pasien Positif Covid-19 di Aceh Besar, Begini Penjelasan Jubir Covid-19

Malaysia Klaim Strain D614G Lebih Menular 10 Kali Lipat dari Covid-19, Ini Tanggapan Ahli Singapura

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved