Breaking News:

Aceh Kirim Tongkol Beku ke Jakarta

Ikan tongkol yang sudah dibekukan di sejumlah cold storage yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, mulai memasuki pasar ikan di Pulau Jawa

serambi/herianto
Pekerja merapikan ikan tongkol yang sudah dibekukan di cold storage, Lampulo, Banda Aceh, Senin (17/8/2020). Ikan tongkol tersebut, dimasukkan ke dalam kantong plastik dan karton untuk dijual ke Jakarta.serambi/herianto 

BANDA ACEH - Ikan tongkol yang sudah dibekukan di sejumlah cold storage yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, mulai memasuki pasar ikan di Pulau Jawa, terutama Pasar Ikan Kuala Baru Jakarta. Untuk satu perusahaan saja, dalam sebulan bisa mengirim ikan tongkol beku ke Jakarta 5-7 kali dengan volume 100-140 ton.

Desa Kasyfi, pedagang ikan antarpulau  kepada Serambi, Senin (17/8/2020) mengatakan, permintaan ikan tongkol, cakalang, dan tuna asal Aceh sangat bagus, terutam yang sudah dibekukan. Harga jualnya juga cukup bagus.

“Misalnya ikan tongkol ukuran sedang, di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, untuk pembelian dalam jumlah banyak, dilelang dengan harga berkisar Rp 350.000-Rp 400.000/kerangjang (30 kg), atau Rp 12.000/kg. Setelah dibekukan, harga jualnya di Jakarta bisa berkisar Rp 40.000-Rp 50.000/kg.

Deza mengatakan, ikan tongkol dan tuna yang sudah dimasukkan dalam kemasan pendingin, baru akan dikeluarkan setelah ada permintaan. Ikan beku itu dibawa ke Jakarta dengan menggunakan truk dengan kapasitas muatan 20 ton. “Saat permintaan lagi bagus. Satu bulan kami bisa mengirim hingga tujuh kali. Rata-rata per bulan mengirim 100-140 ton,” terangnya.

Tingginya permintaan ikan tongkol beku dari Jakarta dan Pulau Jawa, menurut Deza, sejak pelaksanaan new normal. Sebelumnya, permintaan ada namun hanya hanya berkisar 3-4 kali per bulan. Sekarang pengiriman bisa sampai 7 kali. “Sekali kirim mencapai 20 ton,” ujarnya.

Sementara Managing Direktor PT Yakin Pacific Tuna, Almer Havis mengatakan, pada bulan Agustus ini, pihaknya akan kembali ekspor ikan cakalang ke Jepang sebanyak 150 ton. Sejak libur Idul Adha lalu, pihaknya belum mengekspor ikan karena memang tidak ada kapal rute Jepang yang masuk ke Belawan.

Stok ikan yang mau diekspor ke Jepang, katanya, sebagian sudah ada di dalam gudang cold storage di Lampulo. Sedangkan sebagian lagi masih menunggu hasil nelayan yang sudah melaut tiga hari lalu.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved